Jalan menuju Batahan Kotanopan kembali tertimbun longsor


Panyabungan – Jalan menuju Desa Batahan, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), kembali tertimbun longsor. Padahal material longsor yang menimbun badan jalan sebulan lalu belum juga terangkat.

Akibat longsor itu warga desa sempat terisolasi selama dua hari. Pada Selasa (9/1) warga desa melakukan gotong royong dan akhirnya jalur ini bisa dilalui sepeda motor.

Sedangkan material tanah yang longsor masih dibiarkan menumpuk di kiri kanan jalan. Hal ini mengingat banyaknya material tanah dan pohon yang jatuh tidak bisa diangkat dengan tenaga manusia.

Kepala Desa (Kepdes) Batahan Samwel yang dihubungi membenarkan sampai saat ini jalan menuju desanya hanya bisa dilalui sepeda motor.

“Begitu juga dengan material longsor, masih berserakan di kiri kanan jalan. Banyak material longsor menyebabkan warga kesulitan mengangkatnya,” katanya.

Kepdes mengatakan longsor yang terjadi dua hari lalu berada di kawasan Tinjauan Laut. Panjang longsor mencapai 50 meter dengan ketinggian 4 meter. Selain material tanah, longsor juga disertai pohon kayu yang tumbang. “Kondisi ini tentunya makin menyulitkan bagi warga untuk mengadakan pembersihan,” ujarnya.

Sedangkan ekses dari longsor ini menyebabkan warga terisolasi selama dua hari. Bukan itu saja, warga cukup kesulitan membawa hasil alam ke Pasar Kotanopan.
Samwel berharap agar kiranya pihak terkait berkenan mengangkat material longsor.

“Kita berharap agar pihak terkait segera mengangkat material longsor ini. Kita cukup kasihan melihat kondisi masyarakat Batahan, belum lagi terangkat longsor yang satu sudah datang lagi longsor yang lain,” katanya. (zamharir rangkuti)

[Sumber]

Sipirok.net

Sipirok adalah salah satu kecamatan, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Jarak ibu kota Medan ke Sipirok sekitar 356 km, atau sekitar 8- 9 jam dengan transportasi darat.

Berita terkait