Kolang-kaling Sipirok rambah Filipina


Seorang pekerja tengah bermuat buah aren Sipirok yang akan diolah menjadi kolang kaling dan di ekspor kepasar global seperti Filipina (Antaranews sumut/kodir)

Sipirok – Kolang kaling (Arrenga Pinnata) secara umum sudah kita kenal. Ternyata di pasar global kolang kaling asal Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan sudah cukup dikenal, seperti negara Filipina.

Kepada Antara di Sipirok, Selasa, salah seorang owner kolang kaling daerah itu Faisal Reza Pardede mengungkapkan, salah satu sasaran bisnis kolang kalingnya adalah filipina. Prospeknya cukup baik, katanya.

Menurut pengusaha muda Sipirok ini, Filipina sebagai salah satu negara terbaik (importir) yang memproduksi makanan kolang kaling, sasaran kolang kaling Indonesia

“Makanan kolang kaling Filipina telah telah merambah (menguasai) pasar Eropa, Jajirah Arab dan Amerika,”sebutnya.

Bahkan belakangan uangkapnya, kolang kaling salah satu sumber utama Gelatin, untuk digunakan sebagai bahan obat-obatan dan kosmetik.

“Oleh karenanya secara global pasar kolang kaling semakin lama semakin meningkat,”tuturnya.

Dia sendiri sudah memproduksi (mengirimkan) sekitar tiga puluh enam 36 ton kolang kaling dalam sebulannya.

“Filipina sangat senang kolang kaling Sipirok. Sebab, keuanggulannya kolang kaling Sipirok memiliki cita rasa berbeda serta unggul daya tahan sehingga mendapat perhatian serius importir Filipina,”katanya.

Betapa tidak sebutnya, moda pengiriman kolang kaling yang dia gunakan adalah angkutan laut dari pelabuhan Belawan.

“Dari Belawan untuk sampai ditempat (pabrik) di Filipina bisa mencapai 15-25 hari lamanya, kualitas tetap terjaga,” jelasnya.

Diketahui, buah kolang kaling bersumber dari pohon aren adalah tanaman endemik yang merupakan anugrah tersendiri bagi kita.

Sipirok kata dia punya kualitas, tapi sayangnya hampir belum ada budi daya. Lantas apakah potensi dan peluang ini dibiarkan begitu saja?

“Nah..kita berharap ada atensi pemerintah daerah melalui pihak terkait yang mau melirik peluang potensi besar ini dalam rangka peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,”sarannya.

Lanjut ia mengutarakan bahwa Indonesia (termasuk Tapanuli Selatan) penghasil kolang kaling nomor satu di dunia baik dari segi kualitas/kuantitas.

Bahkan, Tapanuli Selatan merupakan pemasok terbesar kolang kaling baik itu pasar domestik maupun ekspor.

“Sayangnya lagi, beribu-ribu ton kolang kaling Sipirok yang ada di pasar induk Kramatjati, Tanah Tinggi, dan Cibitung orang lebih mengenalnya kolang kaling Medan.

Padahal, Medan sebuah kota atau ibukota Provinsi Sumut yang jaraknya sekitar 350 kilometer dari Sipirok, Ibukota Tapanuli Selatan, ujarnya.

[Sumber]

Sipirok.net

Sipirok adalah salah satu kecamatan, sekaligus pusat pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia. Jarak ibu kota Medan ke Sipirok sekitar 356 km, atau sekitar 8- 9 jam dengan transportasi darat.

Berita terkait