Sidimpuan : Antisipasi Banjir Bandang Bangun Beronjong di DAS Kali Mati

Terlihat warga mencuci di antara batu dan pasir hasil tambang di DAS Kali Mati.

Terlihat warga mencuci di antara batu dan pasir hasil tambang di DAS Kali Mati.

SIDIMPUAN – Untuk mengantisipasi banjir bandang yang dikhawatirkan warga Desa Labuhan Rasoki, Psp Tenggara, perlu dibangun beronjong penahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Mati dengan panjang 500-an meter. Namun hal itu tentu tentu butuh waktu dan biaya secara bertahap.

Kabid Pengairan Dinas PU Kota Psp Ahmad Juni ST kepada METRO, Senin (9/12) mengatahan hal itu. Menurutnya, DAS yang sangat berguna bagi warga setempat itu memang layak didek atau dibuat beronjong guna mengantisipasi erosi di kemudian hari. Namun hal itu akan sangat susah direalisasikan mengingat DAS yang panjang akan membutuhkan dana yang besar dan waktu yang panjang pula untuk pengerjaannya.

“Tapi akan bisa diberonjong kalau bertahap, mungkin dengan memberonjong sekian meter dulu, lalu dilanjutkan sekian meter di l

Diakuinya, dalam pengajuan anggaran saat ini, dapat diselipkan jika masyarakat setempat sepakat membuat permohonan tertulis untuk ditampung pada anggaran tahun 2014 nanti. Sejauh ini mereka belum membuat lampiran terkait Kali Mati dikarenakan tidak ada permohonan dari warga.

“Pengajuan kita untuk sementara sudah masuk, tapi tidak termasuk DAS itu. Karena untuk memasukkan itu harus ada permohonan juga dari warga agar ditampung nanti,” ucapnya lagi.
Selain itu pihaknya hingga saat ini tidak ada koordinasi dengan pihak PTPN terkait DAS itu, mengingat DAS berada di kawasan PTPN.

Tentunya untuk memberonjong DAS tersebut harus ada kerja sama yang baik antara Pemko Psp dengan PTPN kedepan, sebelum harapan warga sirna akibat diterjang banjir datang terlebih dahulu.

“Lebih cepat lebih baik, karena sungai ini juga sangat penting bagi warga setempat. Selain untuk MCK, air sungai itu juga digunakan untuk kebutuhan dapur. Karena itu juga pernah kita survei, bahwa aktivitas warga menambang di dolok sana masih ada, sehingga airnya keruh dan tidak dapat dipergunakan,” ungkapnya.

Sementara aktivis AMPBB Horizon Saputra mengaku hanya bisa tersenyum mendengar jawaban dari pihak PU Psp soal rencana membangun beronjong di DAS Kali Mati itu. Karena menurutnya itu menunjukkan kebodohan dan ketidakmampuan SDM dari orang-orang yang berada di Dinas PU.

“Jadi apa gunanya Musrenbang. Terus sudah tahu ada masalah begitu, masih juga menunggu usulan masyarakat. Jadi kalau tak datang juga usulan dari masyarakat, sementara warga sudah terbenam semua dan hanyut terbawa banjir, apa masih ditunggu juga sampai mati, gitu maksudnya? Apa yang disampaikan Dinas PU ini menunjukkan ketidakmampuan dan kurangnya SDM yang bersangkutan. Kita minta tanpa ada usulan karena ini urgen dan menyangkut nyawa manusia, segeralah dibangun beronjong itu,” harapnya.

Sebelumnya warga Desa Labuhan Rasoki mengaku dihantui perasaan khawatir akan desa mereka yang rawan terhadap banjir bandang. Apalagi hujan yang turun terus menerus belakangan, bisa saja membuat air Kali Mati naik dan mengirimkan bah dari hulu.

Namun begitu, hingga kemarin Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Mati itu masih saja dihiasi warga yang menambang batu dan pasir.

Menurut warga bermarga Sitompul kepada METRO, Minggu (8/12), kekhawatiran akan banjir bandang ini sangat membuat warga setempat menjadi ketakutan. Mereka juga mengaku takut terjadinya erosi, jika lama-kelamaan batu dan pasir diambil dari sungai tersebut. Sayangnya warga masih saja sesuka hati menambang pasir dan batu di Kali Mati.

Padahal disebutkannya, sesuai dengan kesepakatan bersama antar warga sejak dulu, tidak diperbolehkan menambang pasir dan batu di sungai tak jauh dari pemukiman mereka, disebabkan akan menimbulkan erosi yang sewaktu-waktu dapat menimbulkan banjir bandang ke desa mereka.

“Tapi abang lihat sendirilah. Bukannya berhenti, malah semakin menjadi, rata-rata warga menambang sepanjang sungai sampai ke dolok sana. Apalagi musim hujan, kita tidak bisa menders. Ya pelariannya ke sinilah bang, tidak ada yang mau berhenti,” ucap Sitompul kesal. (tan) (metrosiantar)



eXTReMe Tracker