Berita Sidimpuan

Pedagang Sidimpuan mengeluh pembeli daging ayam sepi

Sepi Pedagang ayam di Pasar Kodok, Kota Padangsidimpuan, Minggu (11/6). (medanbisnis/ikhwan nasution)

Padangsidimpuan – Para pedagang di Pasar Kota Padangsidimpuan mengeluh sepinya pembeli yang mau membeli dagangan mereka. Padahal, harga daging ayamKebutan Tapsel terhadap daging ayam lebih tinggi dari daging sapi sudah turun, namun pembeli tetap sepi.

pembatas

“Beli lah nak, harga sudah murah hanya Rp 50.000/ekor,” ujar Nurlan Boru Siregar (46) salah seorang pedagang ayam kampung di Pasar Kodok, Kota Padangsidimpuan, Minggu (11/6).

Harga daging ayam kampung dan daging ayam broiler (ayam potong) di pusat pasar Kota Padangsidimpuan cenderung turun di pertengahan bulan puasa Tahun 2017.

“Harga daging ayam kampung Rp50.000-Rp55.000/ekor. Sedangkan ayam broiler atau ayam potong hanya Rp28.000-Rp 30.000/kg,” kata boru Siregar lagi.

Harga daging ayam yang ditawarkan kepada pembeli di pusat pasar ini tergolong murah dibandingkan harga sebelum Ramadhan tiba.

“Sebelum Ramadhan harga daging ayam kampung bisa mencapai Rp75.000- Rp85.000/ekor sedang ayam broiler atau ayam potong dijual Rp32.000/kg,” katanya.

Namun kendati harga daging ayam cenderung turun namun para pedagang mengeluh karena penjualan tidak meningkat. “Pembeli lesu bang, mungkin dampak ekonomi masyarakat yang tidak baik,” katanya.

Terpisah Nur (38) salah satu pembeli di Pasar Sangkumpal Bonang, Kota Padangsidimpuan mengakui harga kebutuhan pokok di bulan ini cendrung stabil. Kenaikan harga tidak begitu mencolok dan hal yang bisa terjadi disaat bulan puasa. “Harga naik itu karena permintaan banyak,” kata Nur.

Namun yang menjadi persoalan saat ini daya beli masyarakat lesu karena mulai berhemat karena disamping mau Lebaran juga masuk tahun ajaran baru yang tentunya memerlukan biaya besar.

“Beli kebutuhan seperlunya saja karena biaya Lebaran dan pakaian anak lagi. Itu lebih penting,” katanya.

Pemerhati ekonomi Kota Padangsidimpuan A Simamora mengatakan, sepinya pembeli di pasar disebabkan berbagai faktor. Bisa dikarenakan ekonomi masyarakat yang lagi lesu dan bisa karena menghemat belanja sesuai dengan kebutuhan yang lebih penting.

“Memang ekonomi masyarakat saat ini lagi lesu karena harga produksi pertanian yang dijual murah sementara kebutuhan lainnya mahal,” katanya.

Faktor kebutuhan Lebaran dan jelang persiapan kebutuhan anak sekolah membuat masyarakat berhemat untuk berbelanja kebutuhan seperti daging ayam dan kebutuhan yang tidak penting sekali.

“Pemerintah harus mencari solusi memperbaiki ekonomi masyarakat semisal membuka lapangan usaha baru yang produktif sehingga bisa memberikan tambahan bagi masyarakat,” harapnya. [medanbisnisdaily.com]



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close