Berita Tabagsel

600 hektar lahan dipersiapkan untuk PLTA Simarboru (Sipirok, Marancar, Batangtoru) Tapsel

Direktur PT NSHE Ir.Budi Susilo saat di wawancarai. (antarasumut/Khairul Arief)

Tapsel – Sekitar 600 Hakter lahan dipersiapkan untuk pembangunan PLTA SimarboruUpah tenaga kerja lokal terlalu murah, masyarakat blokir jalan proyek PLTA Simarboru Tapsel demi mendukung suplay ListrikHingga 2019, listrik Kalimantan dan Sumatera tergantung Malaysia Nasional sebanyak 510 Mega Watt di Sumatera Utara.

pembatas

Direktur PT NSHEUpah tenaga kerja lokal terlalu murah, masyarakat blokir jalan proyek PLTA Simarboru Tapsel Ir.Budi Susilo yang duhubungi melalui seluler, Jum’at mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan kurang lebih 600 Ha lahan dalam pendukung program listik dengan suplay sebanyak 510 Mega Watt di Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat.

Dia juga menambahkan, harapan saya kepada masyarakat sekitar, agar bisa membebaskan lahannya dalam mendukung program proyek Nasional tersebut yang tertuang di Nawacita Program Presiden Joko Widodo.

Untuk Main Countraktor kita telah mengandeng Konsultan dari Negara Cina yaitu dari Perusahan Sinohydro dalam mensukseskan proyek terbesar di Sumatera Utara terhdap suplay Listrik 510 Mega Watt.

Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, juga mengatakan kepada masyarakat jangan ada yang berpolemik terkait pembebasan lahan untuk untuk mendukung pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dengan suplay listik sebanyak 510 Mega Watt.

Harapannya juga, nanti nama PLTA ini bisa dijadikan nama Simarboru (Sipirok, Marancar, Batangtoru) apa bila diresmikan, mengingat ke tiga kecamatan ini lah nantinya yang bersentuhan langsung dengan PT NSHE untuk proyek suplay listrik tersebsar nomor dua di Indonesia dan terbesar juga di Sumatera Utara. (Khairul Arief, Juraidi /antarasumut.com)


TERPOPULER MINGGU INI

To Top
Berita Rekomendasi:close