Berita Tabagsel

Dana BLM PUAP T.A. 2012 Desa Botung Tidak Di Salurkan Sesuai Juknis dan Juklak, “Diduga Ada Oknum Gapoktan Perkaya Diri”

Palas – Pelaksanaan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Tahun 2012 mengacu kepada pola dasar yang ditetapkan dalam Permentan Nomor : 04/Permentan/OT.140/2/2012 tentang Pedoman Umum Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) untuk meningkatkan keberhasilan penyaluran dana BLM-PUAP kepada gapoktan dalam pengembangan usaha
produktif petani dalam mendukung 4 (empat) sukses kementrian pertanian yaitu :
1. Swasembada dan Swasembada berkelanjutan
2. Diversifikasi Pangan
3. Nilai tambah daya saing dan ekspor
4. Peningkatan kesejahteraan petani

pembatas

Sayangnya, Bantuan Dana BLM PUAP Tahun Anggaran (T.A) 2012 bersumber dari APBN55 Kelompok Tani di Tabagsel Terima Bantuan Pertanian Kementrian Pertanian tersebut, di Desa Botung, Kecamatan Batang Lubu Sutam, Palas, ketua gabungan kelompok tani55 Kelompok Tani di Tabagsel Terima Bantuan Pertanian (Gapoktan) “SABA TOLANG” PANUSUNAN LUBIS diduga tidak melaksanakan sesuai Juknis dan Juklak.

Bahkan, Ketua Gapoktan juga ditenggarai tidak transparan dalam penggunaan dana PUAP tersebut, padahal pemerintah
melalui Kementerian Pertanian berupaya untuk membantu petani dalam mengembangkan usaha disektor pertanian. Bukan itu saja, dana bantuan seharusnya diperoleh anggota tani, malah tidak disalurkan sama sekali. Dari informasi yang dihimpun, Rapat usaha bersama (RUB) juga tidak dilaksanakan. “kami tidak pernah adakan musyawarah” pungkas salah satu anggota kelompok yang enggan namanya disebutkan.

disini kita bisa melihat dugaan berbagai penyimpangan dalam pengunaannya. Dari keterangan Ali Bosar, Sekretaris Gapoktan yang akrab disapa Bosar, penyimpangan juga bisa dilihat dari dana yang masuk ke-rekening Gapoktan. Menurutnya, dana yang masuk ke rekening Gapoktan tidak disalurkan kepada para petani. nah yang menjadi pertanyaan masyarakat tani adalah, kemana aliran dana yang Seratus Juta itu? tanya Bosar. Padahal, semua tkebijakan yang
dibuat oleh Ketua Gapoktan tidak dibenarkan tanpa ada rapat dari semua anggota kelompok tani, padahal semua kebijakan yang dibuat oleh Ketua Gapoktan harus berdasarkan persetujuan dari semua anggota

Ditempat terpisah, ketua DPC LSM GEMrAK Palas, Edi Tasosa mengutuk tindakan tersebut. “sungguh memalukan dan tercela perbuatan tersebut, dana untuk kesejahteraan tani saja diselewengkan” pungkasnya

Kepada Dinas Pertanian Kab. Padang Lawas diharap mampu meluruskan persoalan PUAP di Desa Botung, serta masyarakat tani desa botung berharap untuk menindak gapoktan tersebut. (t33)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close