Berita Tabagsel

KPU Sidimpuan Tetapkan 143.353 Pemilih

Rapat pleno terbuka penetapan perbaikan DPT pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk Kota Psp, Sabtu (30/11).

Rapat pleno terbuka penetapan perbaikan DPTData NIK Invalid Padangsidimpuan 14.293 Jiwa pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota untuk Kota Psp, Sabtu (30/11).

pembatas

SIDIMPUAN – Jumlah daftar pemilih tetapData NIK Invalid Padangsidimpuan 14.293 Jiwa (DPT) untuk Kota Padangsidimpuan (Psp) tercatat sebanyak 143.353 jiwa. Angka ini sesuai hasil rapat pleno terbuka penetapan perbaikan DPT pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota untuk Psp Tahun 2014, Sabtu (30/11).

Menurut Ketua KPUData NIK Invalid Padangsidimpuan 14.293 Jiwa Psp Ahmad Rasid didampingi komisioner lainnya, Arbanur Rasyid, Hatimbulan Siregar, Hotma Rido Ranto Siregar dan Muktar Helmi, adapun hasil rapat pleno terbuka mengenai penetapan perbaikan PDT untuk pemilihan umum anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, Kota Psp Tahun 2014 menetapkan jumlah DPT sebanyak 143.353, berubah dari data yang sebelumnya yaitu 144.030.

“Setelah pihak PPS melakukan penyisiran dan ricek and ricek langsung ke rumah-rumah partisipan pemilu ditemukan sebanyak 677 orang yang diketahui meninggal, berpindah tempat tinggal, ganda dan juga ada yang masih aktif sebagai anggota Polri dan TNI. Jadi hal itu yang membuat jumlah DPT berkurang,” ujar Ahmad Rasid.

Tambahnya lagi, perbaikan ini merupakan hal mendasar yang harus dilakukan. Namun, jika menemukan ada kesalahan atau permasalahan juga akan menjadi koreksi dalam perbaikan. Karena tidak menutup kemungkinan, ada beberapa kesalahan data yang bisa lebih disempurnakan lagi.

“Dan untuk masalah perubahan DPT ini bisa saja berubah, namun tidak untuk bertambah dan yang pastinya akan terus berkurang dan tentu saja jika ada rekomendasi dari pihak Bawaslu dan KPU pusat. Kita di sini tidak hanya menindaklanjuti masalah NIKData NIK Invalid Padangsidimpuan 14.293 Jiwa invalid saja, tapi dari masalah seperti adanya data ganda, meninggal dunia, pindah atau pemilih yang sudah menjadi TNI atau Polri tetap akan menjadi perbaikan,” terangnya.

Rasid juga mengharapkan kepada masyarakat agar dapat melaporkan dirinya jika memang betul-betul terdaftar sebagai pemilih. Sebab, rata-rata permasalahan yang berkaitan dengan data NIK invalid ini banyak dikarenakan yang meninggal dunia maupun belum memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP). (mag-01) (metrosiantar)


TERPOPULER MINGGU INI

To Top
Berita Rekomendasi:close