Berita Tabagsel

Mahasiswa STPP Medan kawal Upsus di Tapsel

Logo STTP Medan (Google Image)

Tapsel – Wakil Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Aswin Efendi Siregar melepas sebanyak 23 mahasiswa sekolah tinggi penyuluh pertanian (STPP) Medan. Para mahasiswa tersebut datang ke Tapsel untuk melakukan pengawalan upaya khusus (Upsus) pencapaian swasembada pangan di daerah Tapsel.

pembatas

Pelepasan mahasiswa STPP ini berlangsung haru di Aula SMK Pertanian Pembangunan Kabupaten Tapsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Padangsidimpuan, Senin (18/7). Keberadaan mereka akan meneruskan program yang sebelumnya telah dilakukan teman-teman mereka sebelumnya dari mahasiswa STPP Medan yang telah selesai melaksanakan tugas pendampingannya sejak 15 Mei – 15 Juli 2016.

Pemerintah meminta mahasiswa STPP Medan agar dapat mendedikasikan dirinya di Tapsel untuk mengatasi masalah petani. Dikatakannya, waktu tiga bulan bagi mahasiswa mendampingi petani yang disebar di enam daerah kecamatan, di Tapsel sangat cukup berarti khusus salah satu upaya pencapaian swasembada pangan.

“Lebih dari itu, ilmu adik-adik cukup diharapkan dalam rangka mengatasi permasalahan yang dialami petani, ” ujar Aswin Siregar.

Dia juga menjelaskan bahwa 85% masyarakat Tapsel ini hidup dari bertani. Untuk itu peting artinya peningkatan pemahaman masyarakat dalam teknologi bertani. Dengan peningkatan SDM dalam pertanian tersebut otomatis masyarakat petani akan lebih maju nantinya.

Dia juga berharap selepas study para mahasiswa pertanian ini dapat mengabdikan diri serta mendedikasikan diri demi kesejahteraan dan peningkatan masyarakat petani Tapsel.

“Terimakasih atas selama pengabdiannya, dan jangan lupa menularkan ilmunya dalam rangka menopang swasembada pangan ditambah peningkatan kesejahteraan petani,” katanya.

Sebelumnya Nurliana Harahap selaku “LO” dan penanggung jawab Upsus untuk Kabupaten Tapsel, juga Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STPP Medan melaporkan acara pelepasan atas berakhirnya masa mahasiswa pendampingan Upsus di enam daerah dari 14 daerah kecamatan se-Tapsel.

Sebanyak 23 mahasiswa tesebut disebar di kecamatan penerima program Ggerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GP2T) di Tapsel yakni kecamatan Batang Angkola, Tantom Angkola, Arse, Sipirok, Marancar dan Batang Toru.

Selama tiga bulan mahasiswa di lapangan menjalani tugas-tugas tersendiri. Tugas itu di antaranya, membantu penyuluh pertanian/THL-TBPP dalam kegiatan upaya khusus di tingkat kecamatan.

“Kemudian pengujian teknologi terdiri kegiatan demplot padi menggunakan varietas mekongga kelas FS Jajar legowo 2 : 1, dan pengendalian OPT dengan pestisida nabati dengan luasan 0,1 hektare dan demplot jagung varietas Bima 19 Uri dan Bima 17 Uri. Dan kepada mahasiswa yang kembali ditugaskan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,” katanya. (ikhwan nasution /medanbisnisdaily.com)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close