Berita Tabagsel

RSUD Sibuhuan Gelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

RSUD Sibuhuan Gelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

RSUD Sibuhuan Gelar Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)

pembatas

Sibuhuan – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sibuhuan menggelar pelatihan ‘Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) bagi tenaga profesional kesehatan di Aula lantai 2 STKIP Sibuhuan.

Bupati Padang Lawas yang di wakili oleh Asisten III, dalam sambutannya pada pembukaan acara menyampaikan, apresiasinya dengan terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut dia, pengetahuan untuk menangani pasien sejak tahap awal dengan cara yang benar, akan sangat memengaruhi hasil perawatan terhadap pasien yang bersangkutan selanjutnya. “Kalau penanganan awalnya sudah bagus, sudah benar, maka hasil akhirnya akan bagus pula. Sedangkan kalau awalnya sudah salah, akibatnya bisa fatal,” kata Hamzah

Adapun dasar terselenggaranya acara tersebut adalah Naskah Perjanjian Kerjasama antara RSUD Sibuhuan dengan Gadar Medik Indonesia Nomor : 445.8100/RSUD/IX/2013 dan Surat Nomor : 162/BTCLS/GDMI/IX2013 tentang Penyelenggaraan Pelatihan BTCLS serta Surat Keputusan Bupati Padang Lawas Nomor : 800/327/KPTS/2013 Tanggal 23 Oktober 2013 tentang Penetapan panitia. “pelatihan seperti ini adalah yang pertama kali digelar oleh RSUD Padang Lawas” lanjutnya

Ketua Panitia Pelatihan dr. Sri Dewi Bahagia menjelaskan, bahwa kegiatan itu dilaksanakan selama lima hari, dibuka mulai Selasa (29/10) dan berlangsung hingga Sabtu (2/11) dan bekerjasama dengan Gadar Medik Indonesia serta diikuti oleh 40 peserta. “Mereka adalah para tenaga kesehatan, seperti perawat, dokter dan bidan. Diantaranya dari RSUD Sibuhuan, Dinas Kesehatan Padang Lawas, puskesmas – puskesmas, dan masih banyak lagi,” kata dia, (02/11).

Ia menjelaskan, tujuan dari pelatihan BTCLS ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para tenaga medis, terutama dalam menangani pasien – pasien yang membutuhkan perawatan kegawatdaruratan, untuk kemudian diaplikasikan sesuai tugas dilapangan. Hal ini juga sesuai dengan tuntutan masyarakat agar tenaga medis atau perawat bisa lebih profesional. “Sehingga, diharapkan risiko kematian akibat salah penanganan kondisi gawat darurat pertama bisa ditekan,” ujarnya.

Dr. Sri menambahkan, para peserta mendapatkan materi teori serta praktik dari tim ahli yang berkompeten di bidangnya. “Tim pengajar/tutor yang berasal dari Gadar Medik Indonesia adalah Suprianto, Muhaji, Faqih dan Yuhendi dari jakarta, materinya 40 persen teori, sisanya praktik langsung,” imbuhnya.(Tg)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close