Berita Tabagsel

SMAN 2 Plus Sipirok satu-satunya sekolah SMA rujukan di Tapsel

SMAN 2 Plus Sipirok (MetroTabagsel)

Tapsel – SMAN 2 Plus Sipirok merupakan satu satunya sekolah SMA rujukan di Kabupaten Tapsel. Sekolah rujukan merupakan model lembaga pendidikan yang unggul, tidak hanya dalam hal prestasi akademik.

pembatas

Lebih luas dari itu, sekolah juga memiliki karakter yang kuat pada satu keunggulan non akademik tertentu. Dan sekolah unggulan yang menerapkan boarding tersebut diharapkan menjadi pilot project bagi sekolah lainnya ke depan, dalam memajukan kualitas pendidikan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas PendidikanDisdik Paluta Gelar Olimpiade Sains Nasional Tingkat SMP Tahun 2014 Kabupaten Tapsel Ahmad Buchori MM.

“SMAN 2 Plus merupakan sekolah rujukan, di Tapsel,” katanya. Hal senada juga disampaikan Kepala Sekolah SMAN 2 PLus Sipirok Khairul Faiz MSi didampingi Wakilnya Akhiruddin Harahap MPd.

Dimana, menurut keduanya, terpilihnya sekolah tersebut menjadi rujukan telah ditentukan nominasinya. Dimana, sebagai sekolah rujukan harus memiliki karakter untuk pengembangan ke depan.

“Sekolah kita akan dijadikan semacam percontohanlah bagi sekolah lain di Tapsel, sehingga ke depan kualitas pendidikan di sekolah ini dan sekolah lainnya lebih baik,” sebut keduanya. (ran /metrotabagsel.com)

Sejarah SMA NEGERI 2 Plus Sipirok

Pada sejarahnya, Sumatera Utara khusus Tapanuli Selatan banyak melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa dan tokoh-tokoh Nasional, namun pada kenyataan yang ada pada tahun 1994 berdasarkan masukan Bapak Alm.Prof.dr.Andi Hakim Nasution yang pada saat itu adalah Rektor IPB, hanya 4 (empat) orang siswa yang diterima di IPB pada tahun tersebut yang berasal dari Tapanuli Selatan dan data yang ada pada Tahun 1994 menunjukkan mutu pendidikan Tapanuli Selatan berada pada urutan ke 2 (dua) terendah setelah Nias. Ditambah lagi dalam dua dekade terakhir lulusan SMA Tapanuli Selatan sangat jarang yang lulus Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN), bahkan semakin tidak ada pada tahun-tahun terakhir. Keadaan tersebut tentu tidak dapat dibiarkan apalagi dikaitkan dengan sasaran Pembangunan Nasional Jangka Panjang Kedua, yaitu terciptanya kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri.

Kelemahan anak didik terletak pada kurangnya pemahaman dan penguasaan ilmu-ilmu yang pernah dipelajarinya, sehingga bekalnya sangat kurang untuk melanjutkan studi atau terjun ke masyarakat. Kelemahan bersumber pada faktor-faktor internal dan eksternal pendidikan. Faktor Internal meliputi tenaga pendidikan dan kurangnya sarana prasarana Pendidikan. Faktor Eksternal meliputi semangat belajar yang semakin melemah dilingkungan masyarakat luas.

Seiring dengan hal ini maka Bapak Alm. Letjen.H.Raja Inal Siregar memprakarsai pertemuan dengan beberapa tokoh yang memiliki kepedulian terhadap Pendidikan di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk bermusyawarah mencari solusi permasalahan dimaksud. Hasilnya diambil salah satu

Pembangunan fisik sarana prasarana sekolah dimulai pada tahun 1994 di areal ± 11 Ha dan dengan pertimbangan untuk peningkatan mutu pendidikan serta iman dan taqwa siswa maka bangunan sekolah menyatu dengan asrama siswa dengan kapasitas 360 siswa, rumah guru 36 pintu serta sarana Ibadah dan Olah Raga.

Pada tahun 1995 sudah dimulai proses penerimaan siswa yang mana pelantikan Angkatan Pertama siswa baru pada bulan Juli 1995 dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Alm. H.Raja Inal Siregar.

Kepala sekolah pertama SMA NEGERI 2 Plus Sipirok adalah Bapak Alm. H.M.Syarif Nasution yang bertugas hingga tahun 1997, sebelumnya dia adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Medan.

Untuk peningkatan proses belajar mengajar dilakukan pembenahan secara terus menerus terhadap kelengkapan sarana prasarana yang mendukung terhadap proses tersebut. Saat ini seluruh kelas telah dilengkapi Infocus dan Laptop sebagai kelengkapan mengajar para guru dan pengembangan sarana Laboratorium Biologi, Kimia, Fisika, IT dan Multimedia serta Laboratorium Bahasa. Disamping itu sekolah telah memiliki Web Site dan komplek kampus dilengkapi dengan Wifi untuk mendukung program E-learning. Berdasarkan penilaian dengan pengujian oleh BAN tingkat Provinsi maka SMA NEGERI 2 Plus Sipirok ini memperoleh akreditasi “A” pada tahun 2006 dan tahun 2010.Seiring dengan perkembangan kini SMA NEGERI 2 Plus Sipirok dalam proses Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) sejak tahun 2006. (Wikipedia Indonesia)


TERPOPULER MINGGU INI

To Top
Berita Rekomendasi:close