Kuliner

Itak Pohulpohul, makanan khas dari Tapanuli yang banyak gizi

Gambar Itak Pohulpohul (bunda-inong)

Makanan yang ini mungkin adalah satu-satunya ciri khas Tapsel dan suku Batak pada umumnya yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Itak adalah makanan yang terbuat dari tepung beras, kelapa setengah tua yang diparut, gula merahKue Makkuk, 'cup cake' manis dan lezat dari Sipirok dan garam.

pembatas

Cara membuatnya yaitu semua bahan dicampur jadi satu. Mulai dari tepung, kelapa parut, gula merah yang sudah diiris , dan garam halus sesuai dengan selera. Disinilah uniknya itak, dia tidak menggunakan mesin ataupun alat khusus untuk mencetak, caranya kembangkan kedua telapak tangan diatas adonan tadi, kemudian rauplah adonan tersebut diantara jemari telunjuk hingga kelingking, dengan syarat kepalan tangan tidak boleh rapat.

Harus menyisakan ruang diantara setiap jari tangan, sementara ibu jari tidak ikut dikepal. Nah.. itak pohul-pohul sudah jadi. Tapi eeeiits… sebaiknya dimasak dulu dalam kukusan. Setelah semua adonan dicetak dengan cara ‘manual’ , masak hingga matang.

Untuk mengetahui sudah matang atau belum, perhatikan gula merahnya apakah sudah meleleh. Kalau sudah, artinya tinggal kita dinginkan baru disantap. Nyam..nyam..nyam enak…apalagi kalau masih hangat.

Tapi untuk sebagian orang makan itak mentah mempunyai sensasi rasa tersendiri. Ingat tidak boleh banyak-banyak karena bisa mengakibatkan sakit perut.

Dan dalam adat Batak itak bukan hanya sekedar makanan biasa, tapi memiliki tempat dan momen tersendiri. Salah satunya kalau ada masyarakat yang mengadakan pesta pernikahan, pihak laki-laki wajib menyediakan itak untuk camilan bagi para tetua adat yang sedang ‘makkobar’.

Biasanya ditaruh dalam wadah khusus yang disebut haronduk. Begitu pula dengan pihak pengantin wanita wajib membawa itak sebagai silua untuk pihak pengantin laki-laki. Itu lah salahsatu kedudukan itak pohul-pohul dalam masyarakat tapanuli Selatan khususnya dan suku Batak pada umumnya.

Kue pohulpohul mengandung gizi seperti : Karbohidrat, Protein, Vitamin B (B1, B2, B3, B6), Zat besi, Kalsium, Lemak, Omega 3 dan Serat.

Pohulpohul sering menjadi buah tangan bagi pihak keluarga yang datang berkunjung dalam rangka pembicaraan adat, misalnya : membicarakan rencana perkawinan putra dan putri kedua belah pihak. Tentu saja pohulpohul ini hanya sebagai oleh-oleh pendamping/pelengkap belaka dari oleh-oleh utama, yakni berupa makanan ‘berat’ dari ikan mas.

Pohulpohul yang bentuknya mengikuti siluet kepalan tangan, yakni bekas jari-jari yang membentuk pohulpohul tersebut. Sehingga tepung beras sebagai bahan utamanya menjadi padat dan saling mengisi, merupakan perlambang dari bagaimana pembicaraan adat di antara kedua belah pihak (paranak dan parboru) berlangsung.

Dalam proses yang diwarnai oleh dialog dan negosiasi tersebut, adakalanya terjadi saling lempar perkataan yang menusuk atau menyinggung perasaan. Namun seperti pada pohulpohul, di mana tepung saling mengisi dan saling memadatkan diri — kiranya diharapkan demikianlah perkataan-perkataan yang bermunculan dalam pembicaraan adat, saling mengisi dan saling memadatkan dengan tiada lain tujuannya adalah untuk menyempurnakan hajatan adat yang sedang dipersiapkan. (Source: Tapanulinadeges, Cookpad)

Catatan :

Makkobar : Pertemuan adat antara utusan pengantin laki-laki dan perempuan.
Haronduk : Wadah semacam karung kecil dilapisi dengan kain hiasan warna-warni/manik.
Silua : Oleh-oleh.



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close