Kuliner

‘Kue Lapan-lapan’, makanan tradisional Sipirok yang manis dan renyah

Kue lapan-lapan (Google Image)

Euforia Hari Raya Idul Fitri sudah mulai terasa, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk meyambutnya, mulai dari kue, pakaian baru, dan persiapan lainnya. berbicara mengenai kue. di kampung saya ada sebuah kue unik yang disebut dengan kue lapan-lapan.

pembatas

Kue ini terbuat dari olahan tepung beras yang di buat membentuk angka 8, makanya di sebut kue lapan-lapan, lapan adalah sebutan untuk angka Delapan disini, digoreng kemudian dikeringkan dan terakhir di balut dengan gula putih. menjadikan rasanya manis.

Kue ini menjadi penghasilan tahunan cukup menguntungkan bagi pengolahnya. betapa tidak, untuk satu kilo kue ini di bandrol seharga Rp.60.000/kilo nya. kue ini sebenarnya berbentuk mirip dengan karak keling yang ada di Sumatera Barat, hanya saja kue lapan-lapan ini lebih renyah dan dan gurih di selimuti gula putih sedangkan karak keling cenderung lebih keras.

Kue ini dibuat murni tanpa bahan pengawet ini dapat tahan sampai dua bulan, dan bahan-bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah dicari dipasaran, kue ini dibuat secara tradisional dengan menggunakan tenaga kerja manusia sehingga waktu prosesnya lama terlebih saat membentuk kue menjadi angka 8 dan untuk proses penggorengannya juga panas minyak harus di jaga supaya menghasilkan kue yang renyah dan gurih. kue. usai proses penggorengan biasanya kue ini di keringkan di terik matahari dengan tujuan untuk mengeringkan minyak sehingga kue menjadi putih dan proses akhirnya kue pun dibalut dengan gula putih.

saat menjelang lebaran, kue ini banyak di minati dan diburu karena menjadi konsumsi yang cocok saat berkumpul bersama keluarga. disamping itu, para perantau yang mudik saat lebaran juga biasanya akan membeli makanan khas ini sebagai oleh oleh saat balik ke perantauannya. (torsibualbuali.blogspot.co.id)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close