Sipirok

Curah Hujan di Sipirok Tinggi Berkah Bagi Petani

SIPIROKSutan Pangurabaan Pane Juragan Media Cetak dari Sipirok – Tingginya curah hujan akhir-akhir ini di wilayah Tapanuli SelatanProyek Banyak Masalah, Copot Kadis PU Tapsel! menjadi berkah bagi warga, terutama yang bermata pencaharian bertani lahan basah (sawah). Dengan curah hujan yang cukup tinggi, ternyata mampu memenuhi kebutuhan air bagi petani dalam menjalankan aktivitas pertaniannya, terutama yang ada di Kecamatan SipirokRumah warga rusak tertimpa tower seluler di kampung Sabasiala Kilang Papan Sipirok dan sekitarnya.

Ansari Harahap, salah seorang petani di Mandurana, Desa SitumbaDinding dan pintu utama kantor Bupati Tapsel mulai rusak Julu, Kecamatan Sipirok, Kamis (5/12), curah hujan yang cukup tinggi saat ini sangat membantu ketersediaan air dalam pengolahan lahan pertanianMahasiswa STPP Medan kawal Upsus di Tapsel. “Ini sudah biasa setiap tahun, seluruh petani selalu memanfaatkannya untuk mengolah lahan pertanian masing-masing dan menyemai bibit padi,” ucapnya.

Dikatakan, ketersediaan air untuk lahan pertanian (sawah) masih saja meemiliki ketergantungan pada curah hujan. Sehingga musim hujan pada November sampai Januari mendatang, kerap dijadikan patokan musim tanam.

“Dari dulu sudah menjadi kebiasaan pada bulan-bulan seperti ini curah hujan cukup tinggi. Sehingga hal itu dijadikan waktu yang tepat mengolah lahan sebelum ditanami,” sebutnya.
Disebutkan juga, untuk musim tanam raya (taon godang)  kali ini, dapat dipastikan petani masih mengandalkan jenis padi lokal. Dengan alasan, sudah terbiasa cara perawatan dan hasil lebih maksimal, serta hargaHarga getah di Tapsel variatif, sawit anjlok lebih tinggi.

“Dapat dipastikan musim tanam raya (taon godang) seperti ini, seluruh petani memakai bibit lokal,” katanya sambil menerangkan bibit padi tersebut berjenis sikasumbo (6 bulan), siporang (4 bulan), silatihan (5 bulan) dan jenis lokal lainnya.

Amatan METRO kemarin di beberapa lokasi persawahan di Kecamatan Sipirok, TapselPulau Sumatera Miliki Zona Urat Emas Aceh-Lampung, antusias warga meningkat dalam mengerjakan lahan masing-masing. Bahkan sebagian besar lahan persawahan sudah dikerjakan dan di beberapa titik tampak persemaian bibit padi yang menunggu untuk ditanam.

Sementara warga lain Ismail (50) mengatakan, dengan curah hujan yang cukup tinggi akhir-akhir ini, menjadi berkah tersendiri bagi mereka selaku petani. “Curah hujan yang cukup tentu sangat membantu, karena pengairan di sinikan belum maksimal dan pertanian masih tergantung dengan curah hujan,” ujarnya.

Kepala Badan Palaksana PenyuluhanMahasiswa STPP Medan kawal Upsus di Tapsel dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Tapsel Ir Bismark Muaratua Siregar pada METRO mengatakan, luas areal sawah dengan irigasi teknis dan non teknis di Tapsel mencapai 21 ribu hektare. Dimana 90 persen di antaranya telah menerapkan pola tanam modern dan jenis tanaman hibrida, sedangkan 10 persen lagi masih mengandalkan tanaman jenis lokal yang tersebar di wilayah Kecamatan Aek BilahPLTMH Aek Bilah Tapsel Merupakan Program Kementerian ESDM 2015, ArseBatu Nanggar Jati Arse, pesona alam terpendam di Tapsel, SDHBerkat dana Desa, jalan ke kampung Turunan Saipar Dolok Hole membaik (Saipar Dolok HoleDarul Mursyid Tapsel berangkatkan 6 siswanya ke KSM Nasional 2016 di Pontianak) dan Sipirok.
“Rata rata 6 ton per hektare hasil pertanian di Tapsel.

Ada juga yang kita bina mencapai hasil yang cukup maksimal, yaitu 10,5 ton per hektare,” sebutnya sambil menjelaskan bahwa lahan sawah yang benar-benar merupakan tadah hujan hanya berkisar 5 persen saja. (ran) (metrosiantar)


REKOMENDASI

To Top
Berita Rekomendasi:close