Sipirok

Jalinsum Batu Jomba Sipirok masih rawan kecelakaan

M'asih Rusak Jalan Batu jalan lintas Sumatera Utara khususnya jalan via Sipirok-Medan tepatnya di Aek Latong hingga Batujomba, Kabupaten Tapanuli Selatan masih dalam kondisi rusak, Minggu (18/6). (gambar: medanbisnis)

SipirokHati-hati melintas di Batu Jomba Sipirok saat mudikJalinsumHati-hati melintas di Batu Jomba Sipirok saat mudik Batu JombaHati-hati melintas di Batu Jomba Sipirok saat mudik masih rawan dilalui pengguna jalan. Meski pernah menjadi perhatian serius, namun Jalinsum yang berada di Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel ini, kondisinya masih rusak parah.

pembatas

Sepanjang 250 meter dan lebar 6 meter mengalami rusak parah. Bahkan, di musim hujan, permukaan jalan bak kubangan dan berlumpur.

“Kalau musim kemarau, sepanjang jalan berdebu. Setiap mobil yang melintas harus tutup kaca,” ujar Syahdan (50) salah seorang pengguna jalan.

Selain banyak lubang dan lumpur, pada ruas tertentu, kondisi jalan itu juga semakin menyempit dan cuma bisa dilewati satu mobil. Sehingga harus dengan sistem buka tutup.

“Disisi jalan ada jurang, salah sedikit nyawa jadi taruhannya,” ungkap sopir yang mengaku warga Sumbar ini.
Amatan Metro Tabagsel, pada arus mudikHati-hati melintas di Batu Jomba Sipirok saat mudik Lebaran tahun ini, Batu Jomba kembali memberi warna tersendiri bagi pemudik dengan kondisinya yang selalu mengancam keselamatan.

Memang, Jalinsum Batu Jomba selalu menjadi ancaman beberapa tahun belakangan. Dimana kerusakan yang terjadi diduga kuat karena badan jalan tersebut berada di atas patahan bumi.

Kondisinya sama persis dengan jalur Aek Latong yang lama. Sehingga, pergerakan patahan tanah di dasar bumi selalu merusak, meremukkan, dan menelan aspal yang dibangunan di atasnya.

Akibatnya, Jalinsum Batu Jomba, belum pernah aman. Bahkan, masih menebar ancaman bagi pengguna jalan. Lantas, berbagai upaya yang dilakukan, guna menangani kerusakan yang ada, terkesan sia-sia dan tak kunjung memuaskan.

Memang, pada Perubahan ABPN tahun 2015, Kementerian Pembangunan Umum (PU) telah menganggarkan Rp25 miliar untuk mengalihkan ruas jalan rusak Batu Jomba, sekaligus penghotmikan Jalinsum ruas Sipirok batas Taput dan Tarutung batas Tapsel (tiga pekerjaan untuk satu paket proyek).

Pekerjaan diawali rekayasa lapangan oleh Kementerian PU diwakili Balai Besar Jalan Nasoional Wilayah I Sumut-Aceh pada Rabu (29/7/2015). Disaksikan Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu dan perwakilan manajemen PT Anugerah sebagai kontraktor pemenang tender.

Saat itu, menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBJN Wil I Sumut-Aceh Robert Siahaan didampingi Koordinator Tim Perencanaan Syafaruddin, anggaran sebesar Rp25 miliar dialokasikan untuk tiga segmen pekerjaan proyek.

Segmen pertama dan kedua berupa peningkatan jalan sepanjang 1,07 kilometer, di ruas Sipirok-Batas Taput dan sepanjang 1,5 Km ruas Tarutung-Batas Tapsel. Segmen tiga adalah pemindahan jalur rusak Batu Jomba ke lokasi baru di sampingnya dengan panjang 750 meter atau bertambah 500 meter dari jalur lama.

“Untuk pemindahan jalur ini ada program khusus berupa pembebasan lahan. Sebab pembukaan jalur baru itu berada di atas tanah warga yang ditanamai karet dan kakao. Mengenai harga, kita masih bernegoisasi,” sebut Robet saat itu.

Pada saat itu Robert juga menguraikan, bahwa mengingat kawasan Batu Jomba merupakan daerah patahan bumi. Kementerian PU telah terlebih dulu melakukan penelitian teknis terhadap kondisi geologis dan tekstur tanah di jalur baru tersebut.

Sehingga, jalur jalan baru Batu Jomba konstruksinya didisain khusus. Di antaranya dikiri dan kanan jalan dibangun paret drainase dan di bawahnya dipasang alat pengisap sekaligus pengalir air bawah tanah. “Namanya sub drain. Ditanam 50 centimeter di bawah paret,” jelasnya.

Rekayasa lapanganpun dilakukan pada Juni 2015. Namun, lima bulan berselang, pihak kontraktor mengalami masalah. Warga melarang kebunnya dibabat alat berat, karena harga ganti rugi tanah belum dituntaskan.

Seterusnya awal 2016, jalur baru Batu Jomba sudah selesai dibuka tapi belum diaspal. Lantas hingga pertengahan tahun 2017 ini, pengaspalan belum dilakukan dan jalur baru itu sama sekali tidak bisa dilintasi. Apalagi kondisinya, juga telah tertutup longsoran material. Sehingga, saat ini, kenderaan masih melewati jalur lama yang rusak parah. [metrotabagsel.com]



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close