Sipirok

Kembalikan kejayaan kopi Sumuran Sipirok

Kampung Kopi' Lingkungan Sumuran, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (antarasumut/kodir)

SipirokKopiBUMD Tapsel berencana ekspansi ke tanaman kopi asal Sumuran, Kelurahan Baringin, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan ternyata punya kejayaan tempo ‘doeloe’ atau pada masa kolonial Belanda.

pembatas

Bambang, salah satu pembina sekaligus petani kopi Sumuran kepada Antara, di Sipirok, Kamis, mengatakan bertekad akan mengangkat kembali kejayaan kopi Sumuran tersebut.

Disamping sukses mengelola usaha Tabo Kopi SipirokProduk Tabo Kopi Sipirok mulai mendunia yang mulai mendunia, kini dia mulai ekspansi untuk menjadikan Sumuran sebagai centra pengolah kopi di Tapanuli Selatan.

“Nama Sumuran yang berudara sejuk masa kolonial belanda (Afdeling V) harus bisa menjadi ‘kampung kopi’ sekaligus ikon Sipirok, sebagai ibukotanya Tapanuli Selatan,”katanya.

Langkah positif menuju kampung kopi dia bersama 60 petani tergabung dalam kelompok tani Gorakta sudah menghibahkan tanahnya seluas 5 ribu meter persegi ke pemerintah.

“Diatas lahan seluas 5 ribu meter tersebut rencananya sejumlah infrastruktur bangunan mulai gudang lantai jemur dan perbaikan ruas jalan,”katanya.

Bahkan Bupati Tapanuli Selatan H.Syahrul M.Pasaribu sudah setuju atas program kelompok tani kopi Gorakta untuk mengembalikan kejayaan kopi Sumuran sesuai historinya.

“Insya Allah pada Tahun Anggaran 2018 Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan (Bupati Syahrul) dapat merealisasikan program Gorakta yang sudah ada sejak 1984,”harapnya.

Rencana Gorakta disamping pusat  pengolahan biji kopi di atas lahan tersebut direncanakan akan ada rumah kemasan sebagai bagian upaya promosi komoditiBUMD Tapsel berencana ekspansi ke tanaman kopi kopi Sumuran Sipirok.

“Kampung kopi Sumuran akan menjadi centra dimana pengunjung bisa melihat langsung proses pengolahan hingga menikmati cita rasa kopi sekaligus sebagai pusat edukasi dan penelitian kopi (wisata agro kopi),”sebutnya.

Dia juga mengungkap histori puncak Sibual-buali, Sipirok yang termasuk cagar alam yang pada zaman belanda juga cukup dikenal kebun kopi Afdeling satu.

“Ternyata Sipirok menyimpan potensi dan peluang ekonomi yang sangat menjanjikan khsususnya komoditi kopi, dan disayangkan pabila peluang itu tidak dikelola secara maksimal,”pungkasnya.  [antarasumut.com]



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close