Sipirok

Konflik dengan PT TPL, Warga Sipirok Merasa Dikibuli Polres Tapsel

SIPIROK2014, Pusat Pemerintahan Tapsel Pindah ke Sipirok | DNA – Konflik antarwarga Kota Sipirok dengan pihak PT.TPL (Toba Pulp Lestari), akan terus berlanjut. Terlebih, setelah warga merasa dikibuli oleh Polres Tapanuli Selatan2014, Pusat Pemerintahan Tapsel Pindah ke Sipirok (Tapsel2014, Pusat Pemerintahan Tapsel Pindah ke Sipirok) soal undangan mediasi pertapakan kantor Bupati Tapsel2014, Pusat Pemerintahan Tapsel Pindah ke Sipirok, ternyata, yang dibicarakan soal blockade truk-truk milik PT TPL.

pembatas

“Kami merasa dikibuli Polres Tapsel. Karena itu, kami tidak menginginkan truk-truk pengakut kayu milik PT TPL melintas dari kawasan Sipirok,” kata warga kepada wartawan.

Warga mengatakan, pihaknya mendapat undangan ditandatangani Wakapolres Kompol Zainuddin, S.Ag No. B/233/V/2012/Reskrim tanggal 14 Mei 2012 perihal mediasi permasalahan pertapakan kantor Bupati Tapsel di Dusun Kilang Papan Desa Situmba.

Undangan mediasi itupun disambut baik warga, dengan harapann agar warga yang sampai kini banyak yang mengungsi, bisa pulang. Kemudian, mereka beramai-ramai datang ke Polres Tapsel. Apalagi Kapolres AKBP Drs Subandriya pada acara sebelumnya di Polsek Sipirok bahwa tujuan mediasi adalah terwujudnya perdamaian warga Sipirok dengan Pemkab Tapsel2014, Pusat Pemerintahan Tapsel Pindah ke Sipirok.

Sejumlah tokoh warga Sipirok seperti Ridwan Harahap, Ramli Siregar, Rahmat Siregar, Boby Siregar, Baginda Syarif Siregar, Baginda Maulana, Mangaraja Hurning, Ismail Sitompul, Sahat Siregar, Bangun Harahap, Mangaraja Pinayungan dkk datang  ke Mapolres Tapsel di Jl. SM Raja Kota Padangsidimpuan2014, Pusat Pemerintahan Tapsel Pindah ke Sipirok.

Namun, begitu warga sampai di Aula Mapolres Tapsel, sempat heran melihat sejumlah staf Pemkab Tapsel dan Dinas Kehutanan Tapsel seperti Kabag Hukum Hamdan Zein, Kabid Perencanaan Agus Salim Siregar, Kepala Wilayah Hutan Angkola Timur Irawadi, bahkan manager TPL Sektor Padangsidimpuan, James Tampubolon, Kordinator Humas PT.TPL Bekman Ritonga berikut sejumlah pegawai TPL.

Rupanya, undangan Kapolres Tapsel itu bukan membicarakan mediasi pertapakan kantor Pemkab Tapsel, melainkan soal pemblokiran jalan terhadap truk-truk pengangkut kayu milik PT.TPL.

“Kami dikibuli Kapolres. Dalam undangan disebutkan untuk mediasi soal pertapakan kantor Bupati Tapsel, ternyata yang dibicarakan soal blockade jalan pengangkut kayu milik PT TPL. Kami tidak memilih keluar,” kata mereka. Blokade jalan mereka lakukan pada 2 Mei 2012.

Mereka menegaskan, selama belum ada perdamaian dan situasi warga Kota Sipirok masih tegang dan resah, maka guna tidak memancing ledakan konflik di tengah masyarakat sebaiknya angkutan kayu TPL dihentikan dulu.

Sementara Manager PT TPL Sektor Padang Sidempuan James Tampubolon dan Humas PT.TPL, Bekman Ritonga, yang dikonfirmasi soal warga Sipirok yang merasa dikibuli Polres Tapsel, mengaku, mereka juga mendapat undangan yang sama dengan warga yaitu untuk mediasi perkantoran Pemkab Tapsel di  Dusun Kilang Desa Situmba.

“Kami juga hanya menghadiri undangan,” kata pihak PT TPL itu dengan enteng. Padahal menurut warga, yang mendanai acara mediasi itu justru PT TPL.(DNA/tps/m) (DNAberita)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close