Berita Umum

Demo Mahasiswa di Kantor Bupati Paluta ricuh

Foto: Waspada.co.id

GUNUNGTUA – Aksi demo mahasiswa yang tergabung dalam Dewan Pimpin Pusat Pergerakan Mahasiswa Padanglawas Utara (DPD PMP) di halaman kantor Bupati Paluta berujung ricuh, Senin (1/8).

pembatas

Kejadiannya berawal ketika massa yang berorasi di luar pagar tidak diperbolehkan masuk halaman kantor bupati oleh aparat Satpol PP dan personel kepolisian, sehingga membuat pendemo memaksa masuk dengan menaiki pagar pintu gerbang. Alhasil, kericuhan pun terjadi.

Pantauan di lapangan, terjadinya situasi memanas antara pengunjuk rasa dengan Satpol PP ketika ‎Hendra Sutan Rambe selaku Ketua DPP PMP Paluta dan beberapa mahasiswa memanjat pintu gerbang.

Aksi saling dorong dan adu mulut antar-mahasiswa dengan Satpol PP pun terjadi setelah mahasiswa berhasil masuk ke halaman kantor bupati dengan melakukan panjat pagar.

“Kami cuma hanya mau menyampaikan pesan dari para orang tua saya masyarakat di Kecamatan Portibi kepada Bupati Paluta Bachrum Harahap agar beliau tahu penderitaan kami,” teriaknya.

Situasi reda saat Kapolsek Padang Bolak, AKP S Siregar, mengatakan bahwa Bupati Paluta tidak berada di kantor dan para pejabat yang berwenang sedang tidak ada di tempat karena mengikuti rapat di kantor DPRD Paluta.

Massa DPP PMP lebih dahulu mengawali aksinya di halaman kantor Dishutbun Paluta dengan pengawalan ketat dari pihak Polres Tapsel dan Satpol PP Paluta. Dalam pernyataan sikap mereka, massa meminta Kejari Paluta untuk memeriksa Kepala Dishutbun Paluta terkait dugaan penyimpangan dana pembuatan pembangunan konservasi tanah dan air sebesar Rp253 juta dan pembuatan hutan tanaman rakyat sebesar Rp199 juta.

Kemudian, meminta Bupati Paluta memberikan sanksi kepada PT Hexa Setia Sawita yang diduga tidak melaksanakan CSR (Corporate Social Responsibility) dan kebun plasma serta Kepala Dishutbun Paluta dinon-aktifkan dari jabatannya.

Setelah melakukan orasi‎, massa disambut oleh Kabid Kehutanan Astro Simamora yang mengatakan bahwa dirinya akan menyampaikan tuntutan massa kepada pimpinan untuk segera ditindaklanjuti. (wol/aa/waspada/data2/AUSTIN TUMENGKOL/waspada.co.id)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close