Wisata

Batu Nanggar Jati Arse, pesona alam terpendam di Tapsel

Batu Nanggar Jati di desa Saba Padang Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan (ran /Metrosiantar)

Batu Nanggar Jati di desa Saba Padang Kecamatan Arse Kabupaten Tapanuli Selatan yang di yakini telah ada dari zaman dewata dan konon ceritanya batu ini adalah jalan menujuke negri kayangan yang telah di patahkan oleh Ompung Jolak yang mempunyai kesaktian luar biasa dan menjadi tiga patahan, patahan yang pertama diyakini berada di Sibolga dan satu lagi berada di wilayah Jawa Barat.

pembatas

Gunung atau bukit Nanggar Jati merupakan icon Kecamatan Arse, Kabupaten Tapsel. Namun, potensi wisata yang diberikan alam tersebut, belum dikelola sebagai sumber yang dapat mengangkat perekonomian masyarakat setempat.

Sehingga, pesonanya masih terpendam. Beberapa warga Desa Hutapadang Nanggar Jati mengatakan, keindahan alam pegunungan di wilayahnya merupakan karunia dari Tuhan. Namun, tak pernah dikelola sebagai objek wisata, walau potensi itu ada.

“Nanggar Jati belum pernah dikelola. Seingat saya sama sekali belum,” ungkap Batubara (65) salah seorang warga.

Namun, katanya, Nanggar Jati kerap dikunjungi, dipandang dan dijadikan tempat rekreasi.“Itu dulu, kalau sekarang sudah jarang, hanya melihat sambil foto-foto dari kejauhan saja,” sebutnya.

Nanggar Jati dan pegunungan disekitarnya memang memiliki potensi yang bagus. Pemandangannya indah dan alami. “Dilembahnya ada aliran air, namanya Aek Silo, airnya jernih dan berbatu,” ungkapnya.

Nanggar Jati dengan latar depan perbukitan dan sawah setelah panen dari dua titik pandang yang berbeda. (ceritasondha.com)

Nanggar Jati dengan latar depan perbukitan dan sawah setelah panen dari dua titik pandang yang berbeda. (ceritasondha.com)

Sittong (40) warga lainnya mengatakan, keindahan Nanggar Jati juga menyuguhkan hutan alam yang masih terjaga. Namun belum pernah dikelola, menjadi objek wisata. Memang, Nanggar Jati memiliki bentuk yang unik. Dilihat dari kejauhan gunung tersebut seperti jari telunjuk, mengarah ke langit.

Menurut warga, gunung tersebut memiliki hikayat sebagai tangga menuju langit. Namun, hikayat tersebut, lama kelamaan juga mulai tidak dilestarikan. Sehingga, sudah jarang orang mendegar dan mengetahuinya.

“Ceritanya memang begitu, tapi cobalah pastikan pada tokoh masyarakat agar lebih jelas,” ujar beberapa warga tentang hikayat yang ada pada Nanggar Jati. (ran/metrosiantar, repository.usu.ac.id)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close