Wisata

Danau Marsabut, wisata alam Sipirok Tapanuli Selatan

Danau Marsabut, Sipirok, Tapanuli Selatan

WisataDanau Siais, objek wisata di Tapanuli Selatan Alam Danau Marsabut adalah wisata alam yang terletak di kawasan Kecamatan Sipirok Desa Bunga Bondar. Danau Marsabut ini terletak jauh di pedalaman desa Bunga Bondar. Danau ini memiliki keunikan tersendiri karena lokasi danau yang terletak di tengah hutan sipirok. Nama danau “marsabut” ini berasal dari kata “markabut” yang artinya berkabut, karena danau ini selalu ditutupi oleh kabut sehingga danau ini terlihat angker.

pembatas

Di danau ini ada banyak ikan lele jumbo yang dilepaskan pada saat peresmiannya menjadi objek wisata alam oleh alm. Raja Inal Siregar. Namun kondisi danau sekarang tidak lagi terawat, jalan akses menuju danau yang dulunya aspal sekarang telah ditutupi tanaman liar, di pinggir danau juga dibangun dua pondok penatapan yang terbuat dari semen dan satu prasati disahkannya danau sebagai objek wisata namun kini telah rusak tidak terawat lagi. Masyarakat di sekitar danau ini sering datang ke danau untuk memancing ikan lele jumbo.

Sumber gambar: tapanulinadeges.blogspot.co.id

Pada saat saya mengunjungi danau ini, saya mendapat imformasi dari masyarakat bahwa disekitar danau sering berkeliaran harimau (oppui dalam bahasa batak), setelah saya tiba di danau marsabut memang tidak ada seorangpun disana hanya ada beberapa bekas bara api dan sampah indomie. Beruntungnya saya saat tiba di pinggir danau hujan lebatpun turun dan kabut yang biasa menutupi danupun turun menghilang akibat hujan dan terlihat jelaslah indahnya permukaan danau marsabut, danau inipun berlumpur yang dalam jadi kalu mau mencuci tangan/berwudhu harus berhati-hati.

Sumber gambar: tapanulinadeges.blogspot.co.id

Jalur akses menuju danau inipun bisa dibilang lumayan bagus, dari pusat pasar Sipirok kita bisa menaiki angkutan umum dan turun disimpang bunga bondar (Rp 5000/@) tetapi dari simpang bunga bondar menuju kedalam tidak ada lagi angkutan umum terpaksa harus berjalan kaki lumayan mendaki selama -+2,5 jam (9 Km) atau bawa kendaraan pribadi juga bisa. Dalam perjalanan kita akan menjumpai kawasan Pesanteren Terpadu al-Aqsa.

Pada saat saya melihat pesanteren ini saya kamum dengan keberadaannya yang jauh ke pedalaman namun memiliki bangunan-bangunan yang indah sekali. Setelah melewati pesanteren -+15 menit perjalanan (jalan kaki) kita akan menemui simpang ke sebelah kanan (simpang menuju danau), kemudian memasuki simpang dan berjalan -+ 30 menit akan terlihat danau marsabut.

Suasana di danau ini dingin sekali jadi cocok untuk minum kopi hangat di pinggiran danau (saya membawa kompor paravin) dan makan indomie tetapi jangan lupa sampahnya di bawa kembali pulang ke “tong sampah”. Setelah pulang dari danau kuputuskan untuk salat dzuhur di pesanteren al-aqsa ini ternyata arsitektur masjidnya juga tidak kalah bagus dengan di kota-kota, dengan air yang dingin menyegarkan wajahku dan sambil membersihkan diri (para santri heran dengan kedatangan ku, mungkin karena jarang orang lain yang datang untuk salat di pesanteren ini) dan setelah itu aku langsung pulang berjalan kaki menuruni jalan aspal yang semalam ku lewati. (masyarakat setempat tidak percaya kalau akau menginap semalaman dalam perjalanan menuju danau). (Arjuna Hiqmah Lubis /tapanulinadeges.blogspot.co.id)



TERPOPULER BULAN INI

To Top
Berita Rekomendasi:close