Wisata

Potensi Aek Milas Sipirok masih terkubur

Aek Milas Sosopan Sipirok (Metrosiantar)

Adalah anugrah yang dilimpahkan Tuhan pencipta alam semesta tentang kondisi alam SipirokSipirok, Bandung-nya Sumatera Utara yang belum terkelola yang sejuk dan pemandangan yang indah. Banyak tokoh perantau yang berasal dari wilayah ini yang selalu rindu pada keindahan alam kampung halaman.

pembatas

Sipirok yang merupakan dataran tinggi yang diapit beberapa torPotensi wisata Gunung Sibual-buali Sipirok Tapanuli Selatan (bukit, red) yang mengakibatkan bentuknya bagaikan kuali. Pasalnya, di sebelah selatan berdiri tor Simago-mago, tor nangge, tor Batu Onang dan Simuap Bujing, sedangkan di sebelah Utara ada GunungPotensi wisata Gunung Sibual-buali Sipirok Tapanuli Selatan Sipinggol-pinggol, dan sebelah barat menjulang dengan kokoh Gunung Sibual-bualiPotensi wisata Gunung Sibual-buali Sipirok Tapanuli Selatan.

Alam Sipirok dengan keindahan alam, hawa yang sejuk, didukung tersedianya pemandian air panas alami (Aek MilasPotensi wisata Gunung Sibual-buali Sipirok Tapanuli Selatan) yang bersumber dari tanah yang merupakan suatu anugrah dari Yang Maha Kuasa. Aek Milas ini terdapat di beberapa lokasi, diantaranya: Aek Milas Sosopan, Aek Milas Padang BujurPotensi wisata Gunung Sibual-buali Sipirok Tapanuli Selatan, Aek Milas Parau Sorat, Aek Milas Sibadoanr, dan Aek Milas Situmba. Lokasi ini menjadikan wilayah ini  merupakan daerah  yang kaya potensi yang perlu penataan dan perhatian sebagai salah satu penunjang daerah tujuan wisataSipirok, Bandung-nya Sumatera Utara yang belum terkelola (DTW) demi kemajuan dan kemakmuran warga yang mendiaminya.

Di antara banyaknya potensi alam Sipirok sehingga bagi sebagian perantau mengibaratkan Sipirok merupakan Bandung van Sumatera. Seperti yang dikatakan beberapa perantau, bahwa keberadaan berbagai potensi yang dimiliki Sipirok apabila mendapat polesan sedikit saja akan menjadi pusat pariwisata yang paling potensial. Sipirok menjadi DTW sudah memiliki berbagai aspek pendukung lainnya, seperti pemandangan panorama alam air panas, hawa sejuk danau marsabut dan pasilitas  yang bertengger di kaki gunung Sibual-buali.

Potensi Alami Dari Pemandian Air Panas Sipirok

Aek Milas Padang Bujur Sipirok (Youtube)

Aek Milas Padang Bujur Sipirok (Youtube)

Ada berbagai macam alasan yang membuat warga luar daerah berkeinginan menghabiskan liburan di Sipirok, Kabupaten TapselBatu Nanggar Jati Arse, pesona alam terpendam di Tapsel. Mulai dari udara yang sejuk, pemandangan alam indah, hingga berburu kain tenun dan makanan ringan, seperti dodol, panggelong dan keripik sambal (sambal taruma). Namun yang tak kalah penting, karena Sipirok memiliki potensi pemandian air panas alami.

Pemandian air panas alami Siporok memang dari dulu sudah menjadi tujuan warga, baik yang berasal dari Tapsel maupun daerah tetangga. Seperti Kota Padangsidimpuan, Paluta, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, Sibolga dan Tapteng. Banyak hal yang mendorong kehadiran pengunjung bersama orang yang dicintai, terutama keluarga, di pemandian tersebut. Bahkan beberapa di antaranya khusus memanfaatkan air panas untuk mengobati sakit gatal-gatal dan pegal. Ada juga yang hanya singgah sekaligus mengunjungi anak yang menimba ilmu di wilayah tersebut.

Kita ketahui bersama, wilayah Sipirok yang berada di kaki gunung Sibuabuali memiliki banyak potensi pemandian air panas alami. Pemandian tersebut ada yang sudah dibangun sejak masa penjajahan Belanda, ada juga di era orde baru. Namun hingga saat ini, potensi yang dimiliki tersebut terkesan belum memberikan kontribusi maksimal dalam mengangkat perekonomian masyarakat setempat, meski peluang itu terbuka lebar. Potensi air panas alami yang dimiliki Sipirok ini masih butuh pengelolaan dan penataan. Tentu hal itu tak lepas dari campur tangan pemerintah setempat.

Menurut beberapa pengujung pada wartawan koran ini, rata-rata kehadiran mereka di pemandian itu disebabkan beberapa alasan klasik. Elida Nasution (24) dan Asmi (23) warga Kota Psp mengaku, mereka mengunjungi air panas hanya untuk sekedar mandi sambil jalan-jalan menghabiskan hari libur. Hal itu hampir dilakukan setiap minggu dan pada hari libur bersama teman-teman yang lainnya.

“Jalan-jalan ke Sipirok lebih asyik bang. Selain dekat, jalanannya lebih nyaman dengan pemandangan bagus,” ucap keduanya.

Dikatakan, sehabis mandi di air panas, badan rasanya segar. Sehingga rasa capek di perjalanan akan hilang seketika. Sementara menurut Boru Harahap (56), asal Kota Pinang, Labuhanbatu Selatan mengungkapkan, ia sengaja mengunjungi Sipirok dan menginap beberapa hari di rumah saudara untuk membantu proses pengobatan penyakit yang dideritanya. “Saya sering kemari, karena saya juga asalanya dari sini (Sipirok), makanya tau,” sebutnya.

Dia menambahkan, keberadaan pemandian air panas tersebut, sebenarnya merupakan kekayaan wilayah Sipirok yang masih terkubur. Dan kedepan, perlu dikelola dengan baik. Sehingga menjadi salah satu sumber pendapatan mendukung PAD Tapsel. Jika diamati, air panas yang keluar dari perut bumi tersebut merupakan anugerah yang dilimpahkan Tuhan. Namun, kedepan potensi itu masih butuh sentuhan tangan untuk dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

Untuk diketahui, di wilayah Sipirok, terdapat banyak titik pemandian air panas. Di antaranya pemandian air panas Sosopan di Desa Paran DolokPotensi wisata Gunung Sibual-buali Sipirok Tapanuli Selatan Mardomu. Lokasi pemandian ini hanya 100 meter dari Jalinsum atau sekitar 2 km dari Pasar Sipirok. Di lokasi ini ada masjid dan surau, serta pemandian khusus untuk perempuan serta dilengkapi toilet. Selain itu ada juga pemandian air panas Parandolok atau Padang Bujur. Lokasinya berada di perbatasan kampung Parandolok dan Desa Padangbujur, sekitar 700 meter dari Jalinsum menuju SMAN 2 Plus Sipirok. Khusus untuk pemandian perempuan dibuat berupa pancuran, sedangkan pemandian laki-laki masih berupa kolam.

Pemandian lain ada di Lingkungan Parausorat dan Lingkungan Panggulangan, Kelurahan Parausorat. Di Kelurahan ini terdapat lebih banyak titik sumber airnya. Jaraknya sekitar 3,5 km dari Jalinsum atau sekitar 7 km dari Pasar Sipirok. Diyakini pemandian tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan atau zaman penjajahan Belanda. Dengan begitu besarnya potensi air panas tersebut, tentunya memiliki peluang yang sangat besar menunjang sektor ekonomi warga setempat melalui pengelolaan dan menjadikan wilayah itu sebagai tujuan wisata.

Kapankah potensi wisata ini akan dikembangkan oleh pemerintah setempat? Semoga secepatnya. (Metrosiantar.com)


TERPOPULER MINGGU INI

To Top
Berita Rekomendasi:close