11.000 Hektare Hutan Terbakar di Riau


0

PEKANBARU – Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan 11.128 hektare lahan hutan dan perkebunan serta semak belukar di Provinsi Riau terbakar sejak empat pekan terakhir.

“Jika dibandingkan dengan hari sebelumnya, jauh meningkat. Kemarin itu luas lahan yang terbakar sesuai dengan data yang masuk baru sekitar 10.502 hektare,” kata Agus Wibowo, Humas BNPB di Posko Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Provinsi Riau di Lapangan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Luas lahan terbakar terbanyak menurut data tersebut ada di Kabupaten Bengkalis 4.685 hektare, Meranti 3.724 hektare, seluas 1.052 hektare di Kabupaten Siak, sementara di Kota Dumai 794 lahan hangus.

Di Kabupaten Indragiri Hilir 329 hektare, Pelalawan 165 hektare, Kampar 159 hektare, Indragiri Hulu 137 hektare, terakhir Rokan Hilir 128 hektare hangus.
Kebakaran lahan di Riau tahun ini terjadi sejak awal Februari dan terus meluas hingga kini dengan menyebabkan ruang udara di berbagai wilayah kabupaten/kota menjadi tercemar kabut.

Enam Helikopter Dikerahkan
Efektivitas pemadaman api kebakaran lahan melalui jalur darat diakui tidak lagi jadi pilihan jitu, makanya helikopter dikerahkan untuk memerangi api dari titik-titik panas di Riau.

Itulah yang ditempuh Satuan Tugas Udara Penanggulangan Bencana Asap Propinsi Riau, dengan pangkalan aju helikopter itu dari Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin.

“Tidak kurang enam unit helikopter siap melaksanakan misi pengeboman air dari udara di sejumlah daerah kebakaran hutan dan lahan,” kata Komandan Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Kolonel Penerbang Andyawan.

Keenam helikopter itu, satu Sikorsky yang disewa BNPB dari luar negeri, dua helikopter Bolcow-Blohm NBO-205 BNPB, dua helikopter Bolcow-Blohm NBO-205 milik Sinar Mas Group dan satu helikopter C-120 Colibri untuk SAR dari TNI AU.

Keenam helikopter itu difokuskan beroperasi di kebakaran hutan dan lahan, yaitu di Kabupaten Bengkalis, Kampar, Pelelawan dan Kabupaten Siak. Helikopter bisa terbang relatif langsung di atas titik panas dan membuka pintu tangki air untuk menggelontorkan belasan ribu liter muatannya memadamkan api.

Untuk hari ini 18 titik panas terpantau satelit NOAA dan mayoritas berada di kawasan cagar alam biosfir Kabupaten Siak. (Ant/Int) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut