2 Anggota DPRD Tapsel Diduga Pakai Ijazah Palsu


0

2-Anggota-DPRD-Tapsel-Diduga-Pakai-Ijazah-PalsuTAPSEL – Dua anggota DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel), TMS dan AJS, diduga menggunakan ijazah palsu dalam melengkapi persyaratan untuk menjadi calon legislatif periode 2014-2019. Atas dugaan itu, LSM Gema Pekoka melapor ke Polres Tapsel.

Menurut Ketua LSM Gema Pekoka Ammar Ghojali Lubis, sesuai dengan dokumen ijazah yang dilampirkan kedua anggota DPRD Tapsel tersebut, saat melengkapi persyaratan sewaktu menjadi caleg, ada terdapat perbedaan penulisan nama di ijazah dengan nama di KTP. Dan, perbedaan ijazah asli dengan yang tidak asli serta perbedaan tanggal lahir.

Sesuai dengan dokumen ijazah yang dilampirkan TMS, ijazah yang dikeluarkan dari Sekolah Menengah Umum dengan jurusan Ilmu Pengetahuan Alam di Sibolga dengan surat keputusan tanggal 23 September 1969 nomor e-5697/set/tordasu/S.P III/69 menetapkan bahwa TS yang dilahirkan pada tanggal 17 September 1951 di Sipirok anak tuan PS lulus dalam ujian. Sementara itu, sesuai dengan KTP dengan nomor NIK : 1203041709500004 nama yang bersangkutan dengan tempat tanggal lahir di Tapanuli Selatan 17 September tahun 1950.

“Dari hasil data dokumen ijazah kedua anggota DPRD Tapsel dari Partai PDIP yang kita miliki, TMS sangat banyak perbedaan dalam ijazah yang dilampirkannya. Mulai dari perbedaan penulisan huruf ijazah dengan satu angkatannya hingga perbedaan nama dan tanggal lahir ijazah dengan di KTP. Makanya, sebelum melaporkan keduanya, kita sudah menyiapkan dokumen keduanya apabila Polres sudah melakukan pemeriksaan terhadap oknum DPRD Tapsel yang diduga memalsukan ijazah untuk menjadi perwakilan rakyat,” tuturnya.

Ammar menjelaskan, untuk AJS, dugaan penggunaan ijazah palsu sangat jelas terlihat antara ijazah dengan SKHU yang bersangkutan. Sesuai dengan Ijazah Sekolah Menengah Atas program Ilmu Pengetahuan Alam tahun pelajaran 2010/2011 yang dikeluarkan SMAN 6 Kota Psp menerangkan AJS dengan identitas tempat tanggal lahir di Padangsidimpuan 28 Oktober 1991 dinyatakan lulus.

Sementara dalam SKHU tahun ajaran 2010/2011 yang dikeluarkan SMAN 6, yang bersangkutan AJS lahir di Padangsidimpuan tanggal 28 Oktober 1992. Dan nomor NIK KTP yang bersangkutan ialah 1277022810920002.

“Sehingga muncul dugaan ijazah palsu yang digunakan AJS untuk menjadi Caleg DPRD Tapsel. Hal itu untuk melengkapi persyaratan yang diberikan KPU untuk menjadi calon legislatif, karena umur yang bersangkutan belum mencukupi apabila kelahiran tahun 1992. Untuk itu, kita memberikan laporan ke Polres Tapsel supaya oknum-oknum yang diduga melanggar ketentuan hukum dapat diperiksa dan ditindak setegas mungkin apabila bersalah dimata hukum,” tuturnya. Sementara itu Kapolres Tapsel AKBP Parluatan Siregar saat dikonfirmasi mengatakan telah ada masuk laporan dari LSM. Tapi, Polres belum ada melakukan tindaklanjut.

“Saya dengar ada masuk, tapi belum saya periksa. Selain itu sudah banyak ada laporan dari LSM belum diperiksa. Tapi saya akan coba nanti bagian intel yang periksa,” ujarnya melalui seluler.

Di sisi lain, untuk melengkapi informasi persyaratan calon legislatif periode 2014-2019, Metro Tabagsel mencoba menghubungi Ketua KPU Tapsel Potan Edi Siregar. Namun, yang bersangkutan mengatakan belum bisa memberikan tanggapan, karena sedang melakukan rapat komisioner di Jakarta.

“Saya belum bisa berikan tanggapan, karena saat ini kami sedang rapat komisioner di Jakarta. Coba konfirmasikan ke Divisi Hukum,” tuturnya. Kemudian, Metro Tabagsel menghubungi Divisi Hukum KPU Tapsel Mustar Edi Hutasuhut. Namun, tidak ada jawaban walau nomor handphone yang sedang digunakannya sedang aktif.

Sementara itu Ketua PDIP Tapsel A Sinaga mengatakan, ia sudah memanggil kedua pihak yang bersangkutan terkait laporan dari masyarakat tersebut untuk memastikan kebenarannya. Akan tetapi kedua pihak yang bersangkutan tetap mengatakan bahwa ijazah yang mereka pergunakan tidak ada melanggar ketentuan atau sesuai asli yang dikeluarkan dari sekolah yang bersangkutan.

“Saya sudah panggil mereka berdua, sebagai pimpinan partai hanya itu yang bisa saya lakukan. Tapi mereka tetap mengatakan tidak ada permasalahan dengan ijazah mereka. Dan permasalahan itu sudah saya serahkan sepenuhnya kepada pihak yang bersangkutan,” ujarnya.

TMS ketika dikonfirmasi melalui seluler, membantah penggunaan ijazah palsu tersebut. Menurutnya, ijazah itu sesuai dengan yang asli tanpa ada rekayasa. “Tidak betul itu, saya punya ijazah asli di sini, bahkan ada di sini kawan saya satu sekolah yang masih hidup,” ujarnya melalui seluler. (bsl) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut