2 Lokasi di Sidimpuan Rawan Banjir


0

SIDIMPUAN – Hingga saat ini hanya ada dua titik rawan banjir di Kota Padangsidimpuan (Psp) yakni di Desa Goti-Manegen dan Labuhan Rasoki Kecamatan Psp Tenggara.

Dan titik tersebut merupakan titik rawan bencana banjir yang telah diperhitungkan sejak lama, terutama saat kondisi cuaca penghujan seperti akhir-akhir ini.  Demikian disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Psp, Jarmen Sinaga saat dikonfirmasi, Jumat (6/12).

Disampaikannya, titik itu merupakan titik yang lama sebagai daerah rawan bencana banjir setiap tahun dimusim penghujan. Salah satu penyebabnya, daerah itu rawan banjir disebabkan aliran sungai dari hulu terlalu besar hingga daerah hilir yang padat penduduk tidak dapat menampung debit air yang datang, dan penyempitan aliran semakin kecil sampai di hilir.

Diakuinya bahwa di tempat ini seperti di Goti, Pemko sendiri sudah berupaya untuk memaksimalkan aliran sungai, salah satunya dengan terus memperbesar Daerah Aliran Sungainya agar dapat menampung air.

“Sesuai dengan data kita, masih tetap yang lama terjadi hampir setiap tahun yakni Desa Goti-Manegen dan Labuhan Rasoki sebagai daerah rawan banjir,” sebutnya.  Disamping itu titik rawan bencana longsor lainnya, ujar  Jarmen, berada di sekitaran Kecamatan Angkola Julu yang diperkirakan sebagai daerah rawan puting beliung dan longsor.

Dan hal itupun baru terjadi akhir-akhir ini. Sementara itu pihaknya hingga kini belum mempunyai data yang pasti untuk menentukan daerah rawan bencana alam lainnya. Sebab diakuinya, pihaknya belum sama sekali melakukan survey. “Untuk sementara hanya itu yang kita punya data, daerah yang lain kita belum, karena kita juga belum melakukan survey,” ucapnya.

Jarmen berharap agar masyarakat, khususnya di sekitaran daerah rawan bencana tersebut selalu waspada guna menghindari kejadian yang tidak disangka-sangka. Apalagi kondisi cuaca yang cukup buruk belakangan ini, disinyalir kerap akan menimbulkan bencana. “Maunya kita sama-sama waspadalah, terutama saat ini yang hujan terus dari pagi sampai malam, dan cuaca tidak bisa kita perkirakan, itukan alam,” harapnya. (tan) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut