24 Jam Tergantung, Bus ALS Jatuh Ke Jurang di Sipirok


0
Bus ALS yang berada dibibir jurang, akibat kondisi jalan yang semakin rawan di jalinsum Sipirok – Tarutung, Selasa (21/10). (Gambar: Metrosiantar)
Bus ALS yang berada dibibir jurang, akibat kondisi jalan yang semakin rawan di jalinsum Sipirok – Tarutung, Selasa (21/10). (Gambar: Metrosiantar)

SIPIROK –  Setelah 24 jam menggantung di pinggir jurang Jalinsum Km 48-49 , Batu Jomba, Desa Sibulu Payung, Kec. Sipirok, Kab. Tapanuli Selatan, bus angkutan umum ALS BK 7904 DO nomor pintu 04 trayek Medan-Bukittinggi jatuh ke jurang sedalam 30 meter, Rabu (22/10).

“Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) terperosok sekira pukul 03:00, Selasa (21/10). Setelah 24 jam kami berusaha mengevakuasi, tidak berhasil dan bus jatuh ke jurang pada Rabu (22/10) dini hari,” kata perwakilan PT ALS dari kantor Peragenan Padangsidimpuan, Iwan didampingi Usdek Nababan dari kantor Siborong-borong, dan Saragih dari kantor Tarutung, di lokasi, Rabu (22/10) siang.

Menurut Iwan, saat bus terperosok dan oleng ke kanan, penumpang berhasil keluar dari pintu kiri depan. Saat itu, kata Iwan, perwakilan PT ALS dari kantor Peragenan terdekat langsung ke lokasi dan membawa satu bus kosong untuk mengevakuasi 30 penumpang yang dibawa dari Medan menuju Bukittinggi.

Selanjutnya dengan menggunakan alat berat milik Balai Besar Jalan Jembatan Nasional (BBJN) Wilayah I Sumut-Aceh, bus tersebut coba dievakuasi dibantu dua truk tronton gardan dua.

‘’Upaya tersebut tidak berhasil. Dua tronton menarik bus dari depan dengan tali baja dan satu alat berat dari samping,juga tidak berhasil.Bahkan, ketiga kendaraan tonase berat itu terjungkal dan nyaris ikut terseret ke jurang,’’ kata Iwan.

Usdek Nababan dari kantor peragenan PT ALS Tarutung menambahkan, kedua sopir tronton dan operator alat berat langsung melepas tali baja dan bus berguling ke dasar jurang. Hingga Rabu (22/10) sore, bus tersebut belum dievakuasi dari dasar jurang.

Saragih dari kantor peragenan PT ALS Tarutung mengatakan, dua alat berat dari Medan dan satu dari Siantar saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi bus yang jatuh.
Tak layak

Menurut Usdek Nababan, penyebab terperosok dan jatuhnya bus ALS karena Jalinsum di kawasan itu tidak layak dilalui.

“Badan jalan longsor dan hanya menyisakan lebar sekitar 2 meter,’’ katanya.

Mengecilnya badan jalan itu sudah berlangsung beberapa bulan dan tidak ada pelebaran atau perbaikan dari BBJN Wilayah I Sumut-Aceh. Padahal tiga alat berat milik instansi pemerintah itu telah berbulan-bulan stand by di lokasi atau sekitar 100 meter dari bus naas itu.

Ironisnya, setelah bus teronggok di pinggir jurang dan kendaraan lain tidak bisa melintas, datang orang mengaku dari Departemen PU, dan menyebut akan melakukan pelebaran jalan pada hari itu juga.

Dia menemui pemilik tanah dan kebun yang terkena dampak pelebaran untuk membicarakan ganti rugi

“Orang PU itu mengeluarkan uang Rp10 juta untuk membayar ganti rugi tanah sepanjang 20 meter dan lebar 2 meter di samping bus yang sudah menggantung di pinggir jurang. Aneh ya, harus ada korban baru pemerintah bertindak,’’kata Usdek.

Hal tersebut dibenarkan Soleman Siregat, 50, penduduk setempat.

‘’Ruas Jalinsum lokasi bus jatuh ini sudah lama rusak. ’Badan jalan sempit dan berkonstruksi tanah gunung, sehingga jika turun gerimis jalan licin, sulit untuk dilalui kendaraan,” katanya dan berharap pemerintah tanggap terhadap hal itu. (a27) (Waspada)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut