27 Siswa Tapsel Tak Ikut UN, Rata-rata Menikah Muda


0

SIDIMPUAN – Sebanyak 27 siswa dari seluruh SMA sederajat tak ikut pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama, Senin (14/4) di Tapanuli Selatan. Para siswa itu diketahui sudah tidak aktif lagi atau Drop Out (DO) dengan alasan menikah dan lainnya.

Kepada METRO, Senin (14/4), Kadis Pendidikan Tapsel Drs Mohd Ikhsan Lubis melalui Kabid Dikmen Ramlan Hasri SPd menjelaskan, UN di Tapsel diikuti 1.285 siswa SMA, 1.349 siswa SMK dan 843 pelajar Madrasah Aliyah (MA).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 27 siswa tidak mengikuti pelaksanaannya, terdiri dari 4 siswa SMA, 8 siswa SMK dan 15 siswa Madrasah Aliyah. Dia menambahkan, semua peserta yang tidak mengikuti UN itu karena DO atau tidak aktif bersekolah lagi.

Dijelaskannya, adapun penyebab siswa tersebut dinyatakan DO, karena sudah tidak aktif bersekolah dalam waktu yang lama. Rata-rata di antara mereka diketahui sudah menikah dan bekeluarga, kemudian bekerja.

“Iya kebanyakan seperti itu, apalagi siswinya yang sudah menikah dan enggan menyambung sekolahnya kembali,” jelasnya.

Ramlan juga mencontohkan, seperti di SMA Negeri 1 Batang Angkola. Dari jumlah peserta UN-nya yang diketahui sebanyak 223 siswa, tiga di antaranya dinyatakan DO dengan alasan menikah.

“Benar, dari jumlah tersebut, tiga siswanya diketahui sudah tidak bersekolah lagi dengan alasan sudah menikah dan ikut dengan suaminya,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, pihaknya memberikan alternatif dengan mengikuit ujian paket C. Agar siswa yang tidak mengikuti UN dapat menyambung pendidikannya kembali.

“Memang fenomenanya seperti itu. Setiap sudah berumah tangga, pasti enggan menyambung sekolahnya kembali. Padahal kami juga memberikan alternatif lain, yaitu bagi siswa yang tidak dapat mengikuti UN, bisa mengikuti ujian paket C yang biasanya kami laksanakan setelah masa UN berakhir,” pungkasnya.

Berjalan Lancar

Hari Pertama pelaksanaan UN tingkat SMA sederajat se-Kabupaten Tapsel berlangsung aman dan lancar. Untuk memastikan hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Drs Mohd Ikhsan Lubis didampingi Kabid Dikmen Ramlan Hasri SPd bersama Kakan Kemenag Drs Amran, turun langsung memonitoring beberapa sekolah dan memantau jalannya UN, Senin (14/4). Seperti di SMA dan SMK Negeri 1 Batang Angkola, serta Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Desa Sipange Godang, Kecamatan Sayur Matinggi.

Amatan METRO, Senin (14/4) sekira pukul 07.00 WIB, rombongan dari Dinas Pendidikan Tapsel yang dipimpin Kadis Drs Mohd Ikhsan Lubis didampingi Kabid Dikmen Ramlan SPd bersama pihak Kemenag tampak memonitoring sejumlah sekolah setingkat SMA di daerah Batang Angkola dan Sayur Matinggi.

Di SMA Negeri 1 Batang Angkola, tercatat 223 siswa yang mengikut UN, namun 3 orang dari jumlah tersebut dinyatakan tidak aktif lagi. “Dari total jumlahnya, 107 siswa jurusan IPA dan 116 jurusan IPS,” jelas Kadis Pendidikan.

Sementara di SMK 1 Batang Angkola, ada 276 siswa menikuti ujian. Mereka terdiri dari 5 jurusan, yaitu teknik audio video, teknik kendaraan ringan, teknik sepedamotor, teknik pertanian dan juga teknik jaringan komputer.

“Untuk SMK 1 Batang Angkola sesuai denga hasil monitoring kita, semua siswa hadir. Dan Alhamdulillah semua berjalan dengan aman, lancar dan terkendali,” ujarnya.

Sementara Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu yang saat itu berhalangan meninjau langsung pelaksanaan UN, melalui Mohd Ikhsan menegaskan, ia meminta pihak sekolah, pengawas dan siswa, dapat menjalankan UN dengan baik dan jujur. Dan diharapkan tidak ada ditemukan kecurangan-kecurangan yang terjadi.

“Pesan Pak Bupati, semoga pelaksanaan UN kali ini berjalan dengan baik dan jujur, serta diharapkan ada peningkatan untuk kelulusan nantinya,” pesannya.

Selain SMA dan SMK Negeri 1 Batang Angkola, rombongan menyempatkan diri mengunjungi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Sipange Godang, Sayur Matinggi. Di sini, Kakan Kemenag Drs Amran menjelaskan, pelaksanaan UN di sekolah tersebut adalah yang pertama kali dilakukan oleh 72 siswanya jurusan IPA dan IPS.

“Sekolah ini baru tahun 2011 lalu aktif belajar mengajar dan baru tahun ini ada pelaksanaan UN. Jadi siswa-siswa yang mengikuti UN kali ini adalah angkatan pertama dengan jumlah 72 orang,” terang Kakan Kemenag. (yza) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut