3 Anak Meninggal Ditabrak Mobil di Dusun Marisi Tapsel


0
Foto: MetroSiantar
Foto: MetroSiantar

TAPSEL – Senin (5/1), sekitar pukul 14.30 WIB, menjadi hari yang memilukan bagi warga Dusun Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan. Betapa tidak, tiga anak di dusun itu meninggal setelah ditabrak mobil.

Cemas dan marah tampak pada raut wajah warga yang berkumpul di sepanjang Jalan Lintas Sipirok-Psp Kilometer 17, atau tempat kejadian kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa Nurhasanah (12), Hasni Mardianna (6) dan Romi Harahap (2,5).

“Saya mau menghindari orangtua yang melintas tadi. Kemudian banting setir ke kanan, pak,” aku Budiman (32), supir mobil Daihatsu Xenia warna Hitam plat BM 1746 JP yang menabrak ketiga korban, yang berlindung dari amukan massa di salahsatu rumah warga

Budiman yang tercatat sebagai warga Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal ini, membawa enam penumpang yang merupakan istri dan anak-anaknya. Ia melaju dari arah Sipirok menuju Kota Padangsidimpuan.

Namun, entah apa yang terjadi, saat tiba di lokasi kejadian, ia mengambil arah lain hingga menabrak anak-anak yang berada di dekat warung pinggir jalan. Sebelum menabrak anak-anak yang berada di pinggiran jalan dan warung milik pasangan Irsan Siregar dan Sumiati, Budiman mengaku memacu kecepatan mobil berkisar 70 kilometer per jam. “Antara 60 hingga 70 kilometer lah Pak. Kami dari Tebingtinggi mau ke Natal,” ujar mandor perkebunan sawit itu sambari meneteskan airmata.

Di rumah yang berbeda atau sekira 100 meter dari rumah tempat diamankannya supir maut itu, terdengar tangisan dari dalam rumah milik Amran Sakti Harahap. Dia adalah orangtua dari dua anak di antara tiga korban tewas. “Di mana si Sanah? Di mana dia oh Tuhan. Di mana Sanahku, inang,” tanya Amran sambil menangis di lantai rumahnya.

Infromasi lain yang Metro Tabagsel terima dari beberapa saksi mata, menyebutkan, mobil tersebut melaju kencang dari arah Sipirok dan tiba-tiba mengambil jalan ke kanan hingga menyeruduk warung yang pada saat itu ada tiga anak yang hendak membeli sesuatu.

Dan, sekitar enam meter dari sisi kanan warung, Nur Ulmi Solehah yang pada saat itu hendak pergi mengaji, ikut tertabrak dan terhempas ke dalam gorong-gorong dengan jarak delapan meter dari tempat semula.

“Dari warung ini, tiga anak itu sudah tergeletak dengan tubuh berceceran darah. Terus mobil itu masih melaju, dan di samping warung berjarak enam meter ini, anak Ustad (Nur Ulmi Solehah, red) yang mau ngaji pun kena. Sendalnya masih di sini. Begitupun, mobil itu terus melaju di antara selokan, sepertinya mau lari. Ban kanannya terjatuh baru berhenti. Kayaknya supirnya itu mengantuk,” ujar I Harahap, warga yang juga memberikan kesaksian kepada Petugas Satlantas Polres Tapsel.

Kemudian dua dari tiga anak yang berada di depan warung itupun dinyatakan meninggal sebelum sampai RSUD Sipirok. Pemillik warung, Sumiati (20), menerangkan, pada saat kejadian dirinya sedang menonton di dalam warung. Lalu ia kaget dengan suara pecahan kaca stelingnya serta mobil yang cepat melintasi tepat di warung miliknya. “Pas ke luar, saya lihat anak-anak itu sudah tergeletak berdarah dengan luka-luka parah tepat di depan warungku ini. Sementara si Ulmi saya tidak lihat,” ujarnya.

Sekira pukul 17.00 WIB, ketiga korban yang telah dinyatakan meninggal dunia, dibawa pulang dari RSUD Sipirok. Suara sirene dua unit ambulans pun memecahkan keharuan ratusan warga dengan tangisan yang berduyun datang ke rumah duka. Kasat Lantas AKP Abdi Abdillah yang pada saat itu berada di TKP menyatakan para korban yang merupakan anak-anak meninggal dengan luka berat di bagian kepala dan dada.

“Supir langsung kita amankan di Mapolres Tapsel. Kronologisnya, sekira pukul 15.00 WIB, mobil Xenia dari arah Sipirok melaju dan tiba di kilometer 17 mobil itu menabrak empat anak-anak dan menewaskan tiga di antaranya, dan 1 lagi mengalami luka lecet,” terang Kasat yang langsung turun memantau lokasi. (mag 01/ Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut