3 Harimau Berkeliaran di Dusun Batang Garut Tapsel, Mangsa Ternak di Kandang


1
1 point
3 Harimau Berkeliaran di Dusun Batang Garut Tapsel, Mangsa Ternak di Kandang
Musyawarah warga Dusun Batang Garut untuk mengatasi keresahan akibat konflik dengan harimau baru-baru ini. (Amran Pohan/Metro Tabagsel)

Tapanuli Selatan – Keresahan warga Dusun Batang Garut, atas kemunculan harimau dan memangsa ternak di sekitar pemukiman mereka, masih berlangsung. Diperkirakan ada tiga harimau yang berkeliaran.

Sekitar 75 kepala keluarga (KK) yang umumnya petani dan mengandalkan pertenian dan perkebunan, cenderung menganggur. Sebab, diyakini harimau masih terus berkeliaran di sekitar pemukiman mereka.

Bahkan, bagi warga dusun yang merupakan bagian dari Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH), Kabupaten Tapsel itu, harimau memangsa ternak dan mengambilnya dari kandang, merupakan suatu hal yang sangat aneh. Dan diyakini baru pertama terjadi sepanjang sejarah berdiri pemukiman itu. Karena itu, warga sangat berharap, pemangku kepentingan, dapat mengatasi keresahan warga tersebut, secepatnya. Dan juga memberikan solusi terbaik dalam penanganannya.

Hal itu diungkapkan warga, saat musyawarah warga Batang Garut yang juga dihadiri perwakilan BKSDA, Sumatera Tiger Ranger, Lembaga Sipirok Lestari Indonesia (LSLI) dan juga perwakilan PLTA Batangtoru, Sabtu (16/2) malam di Sopo Fodang, Batang Garut.

“Hal yang aneh, begitu banyak babi berkeliaran di kebun itu. Tetapi mengapa memangsa kambing. Apalagi sampai mengambil dari kandang,” ucap salah seorang warga Washington Pangaribuan (58).

Menurutnya, harimau juga pernah diketahui memangsa di sekitar pemukiman. Tetapi yang dimangsa bukan ternak warga tetapi hanya babi hutan. Sehingga, masyarakat tidak merasa resah dan tetap beraktivitas seperti biasa.

“Tetapi karena yang dimangsa kambing, dan diambil dari kandang, makanya kami jadi sangat resah,” ujarnya.

Kepala Desa Batang Parsuluman Solahuddin Pasaribu mengutarakan, kemunculan harimau di sekitar pemukiman warga sebenarnya sudah diketahui sejak November 2018 lalu. Ditandai dengan penemuan jejak. Namun, karena sejak dulu diyakini di wilayah itu memang ada harimau, warga tidak begitu resah. Akan tetapi, pada 5  Februari 2019 tepatnya Selasa, harimau justru memangsa 1 ekor kambing dan kembali memangsa kambing pada hari Minggu berikutnya. Dan paling parahnya, pada Senin (11/2), justru harimau menyeret 1 ekor kambing dari kandangnya. Dan memangsa lagi pada hari yang sama di areal perkebunan warga yang tak jauh dari pemukiman.

Untuk itu Kepala Desa meminta agar seluruh warga tetap waspada. Dan jangan pergi ke ladang sendirian.

Perwakilan BKSDA Nasir Siregar dan Amben Harianja telah melakukan deteksi terhadap konplik antara harimau dengan warga di lapangan. Sambil terus melakukan penyelidikan, keduanya juga memberi motivasi pada warga.

Menurut keduanya, upaya dan tindakan yang dilakukan sudah maksimal. Namun, masih saja ada kendala di lapangan. Dimana, jumlah harimau ada tiga individu, 1 jantan, 1 betina dengan anak yang sudah mulai besar.

Amben Harianja yang merupakan petugas lapangan BKSDA menyebut, kehadiran mereka ditengah masyarakat adalah untuk melakukan deteksi dan membantu masyarakat dari situasi konflik yang terjadi. Karena itu, pihaknya sangat berharap ada kerja sama dengan masyarakat.

Pada kesempatan itu Haray Syam Munthe dari Sumatra Tiger Ranger membeberkan panjang lebar tentang manusia dan harimau yang diyakini makhluk yang saling menghormati. Menurutnya, berdasarkan pengalaman, tak ada saling mengganggu antara manusia dan harimau.

Pada kesempatan itu, Haray juga meminta agar masyarakat lebih hati-hati dalam suasana konflik saat ini. Namun alangkah baiknya, agar masyarakat tidak memiliki rasa takut yang berlebihan.

“Jangan pernah takabur, tetapi tetaplah berusaha. Hanya saja harus meningkatkan kewaspadaan,” ucapnya seraya memaparkan beberapa tanda kehadiran dan kiat menghadapi harimau dalam situasi konflik saat ini.

Menurutnya, bagi harimau memang bukan hal biasa memakan kambing. Sedangkan kijang  yang masuk perangkap milik warga saja, tak dimangsa oleh harimau. Intinya berdasarkan pengalaman, harimau tak pernah mau mengambil yang bukan haknya.

“Lantas kenapa, memangsa kambing? Bisa saja karena harimau berusia muda atau dalam proses berpisah induk dan baru mengenali wilayah. Sehingga karena lapar, memangsa yang bukan haknyapun dilakukan. Bisa juga harimau usia tua atau harimau sakit, yang sudah susah mendapatkan makanan,” terangnya. (ran) (MetroTabagsel)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
1
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut