Akibat Pengaruh Musim dan Cuaca Harga Besar di Sipirok Naik


0

SIPIROK – Dua minggu terakhir, harga berbagai jenis beras di Kecamatan Sipirok, Tapsel, mulai mengalami kenaikan rata-rata Rp10 ribu per kaleng (16 kg). Menurut para pedagang, hal ini sudah biasa terjadi setiap tahun, karena selama ini harga beras di pasaran, khususnya Sipirok, selalu dipengaruhi musim panen dan cuaca.

“Kalau musim haleon (paceklik) seperti ini, sudah biasa harga beras akan naik. Ada beberapa hal yang membuatnya naik, di antaranya pasokan yang kurang,” terang Abdul Karim (49) salah seorang pedagang beras.

Dikatakannya, beras jenis lokal Sipirok sangat laku di luar daerah dan memiliki pelanggan tetap, terutama di Kota Padangsidimpuan. Nah, dengan kondisi pasokan beras berkurang, akhirnya harga pun harus dinaikkan. “Setiap tahun sudah biasa terjadi kenaikan seperti ini, kondisinya akan kembali normal pada saat panen nanti atau sekira bulan Juni,” terangnya.

Hal yang sama juga dikatakan pedagang UD Irpan, dimana dua minggu terakhir, harga berbagai jenis beras mengalami kenaikan 10 ribu rupiah per kaleng. “Itupun, barangnya tak seberapa. Jadi terpaksa mencari dari luar daerah yang sedang panen untuk menutupi kebutuhan pelanggan,” ucapnya.

Pedagang lain, Karim, menjelaskan, adapun harga jual beras lokal Silatihan yang sebelumnya Rp160 ribu per kaleng kini menjadi Rp170 ribu per kaleng. Sementara beras siporang yang semula hanya Rp150 ribu menjadi Rp160 ribu per kaleng. Sementara beras sicondong kini harganya Rp140 ribu per kaleng dari harga sebelumnya Rp130 ribu.

“Cuaca juga mempengaruhi harga beras di wilayah kita, karena masyarakat petani yang menyimpan gabah tidak bisa menggiling sehingga pasokan juga tertahan,” ujarnya.

Salah seorang pembeli Rina (40) mengatakan, kenaikan harga tersebut memang selalu terjadi setiap tahun, namun akan kembali normal pada saat musim panen tiba.

“Bahkan pada musim panen harganya cenderung murah, sehingga banyak warga petani di sini lebih memilih menjual gabah daripada beras,” tuturnya.

Di Psp Masih Stabil

Sementara Harga komoditas beras di sejumlah pasar di Kota Padangsidimpuan, seperti Pasar Raya Kodok dan Pasar Sangkumpal Bonang, hingga Kamis (24/4), masih stabil. Kondisi ini berlangsung di tengah ancaman berkurangnya pasokan karena terpengaruh tingginya intensitas hujan akhir-akhir ini di daerah pemasok beras, seperti Sipirok.

Dari pantauan METRO di Pasar Raya Kodok, harga beras lokal 64 saat ini masih berkisar Rp8.750 per kilogram. Sementara harga beras dengan kualitas bagus, yakni beras latihan, mencapai Rp11.000 per kilogram. “Sampai hari ini harga semua jenis beras masih normal, meskipun cuaca saat ini tak menentu,” ujar Fatimah, pedagang beras di Pasar Raya Kodok.

Menurutnya, hal itu dikarenakan pasokan beras dari Psp dan daerah lain seperti Tapsel, masih normal dan mencukupi permintaan warga. Sehingga, saat ini harga beras masih stabil dan belum ada kenaikan.

“Harga beras biasanya mengalami kenaikan saat berakhirnya musim panen dan kondisi cuaca yang mengakibatkan produksi beras terkendala,” terang Lintang, pedagang beras di Pasar Sangkumpal Bonang Kota Psp.

Dia menambahkan, harga beras akan mulai turun di bulan puasa nanti. Karena di situ berketepatan dengan panen raya petani dari berbagai daerah di sekitar Tabagsel. (mag-01/ran) (metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut