Akses Jalan Simangambat Paluta Terputus


0
(Analisa/istimewa) TERGENANG: Badan jalan di Desa Simangambat Julu, Kecamatan Simangambat tergenang banjir hingga mencapai lutut dewasa. Pemuda setempat pun menyediakan jasa penyeberangan untuk jenis kendaraan sepeda motor dengan tarif Rp30 ribu per unit dalam satu kali penyeberangan.
(Analisa/istimewa) TERGENANG: Badan jalan di Desa Simangambat Julu, Kecamatan Simangambat tergenang banjir hingga mencapai lutut dewasa. Pemuda setempat pun menyediakan jasa penyeberangan untuk jenis kendaraan sepeda motor dengan tarif Rp30 ribu per unit dalam satu kali penyeberangan.

Paluta – Jalan utama menuju wilayah Kecamatan Simang­am­bat, Ka­bupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terendam banjir se­hingga warga dari beberapa desa terisolir, sejak Minggu (23/11) hingga Selasa (25/11).

Banjir yang menggenangi badan jalan di sepanjang jalan Desa Simangambat Julu, Ke­camatan Si­mang­ambat ini dise­bab­kan meluap­nya Sungai Barumun karena tinggi­nya curah hujan yang melanda Paluta beberapa hari belakangan dan keting­gian air mencapai dua meter lebih.

Irwan Hasibuan (38) warga Si­mangambat, menuturkan ban­jir ter­jadi sejak Minggu (23/11) pukul 17.00 WIB, dengan keting­gian air mencapai dua meter. Menurutnya ge­nangan air sudah menggenangi ba­dan jalan yang ada di desanya keting­gian air yang meredam daerah terse­but hingga sampai lutut orang dewasa

Irwan menyebutkan, banjir yang terjadi diakibatkan oleh meluapnya Sungai Aek Barumun dan banjir ini kerap terjadi setiap tahunnya jika wilayah Ka­bupaten Paluta sedang memasuki musim hujan.

Saat ini kondisi warga masih harus berhati-hati melintas di wilayah ter­sebut dikarenakan kendaraan masih sepenuhnya bisa melintas akibat ba­dan jalan yang sudah digenangi air dengan ketinggian dua meter lebih.

Sementara itu, warga lainnya, Ros­maini (46) mengaku peris­tiwa ban­jir yang setiap tahunnya menimpa desa mereka membuat seluruh warga resah dan kha­watir. Ia meminta dan berharap kepada Pemkab Paluta agar lebih serius dalam menangani banjir tahunan yang sudah sangat merugi­kan ini.

Pantauan wartawan, banyak terlihat kendaraan jenis sepeda motor terhalang ketika hendak melintas tapi warga sekitar bergotong royong membantu untuk mengangkat dan menye­berangkan kenderaan milik warga yang hendak melintas dengan biaya Rp30 ribu dalam satu kali penyeberangan.

Kepala BPBD Paluta Hazairin Hasibuan melalui Kabid Penanggu­lang­an Bencana Muklan Harahap me­ngatakan banjir yang terjadi di Kecamatan Simangambat masih bisa di kendalikan. Pihaknya juga saat ini me­nye­diakan perahu karet buat sarana pe­ngangkutan warga serta menyedia­kan jaket pelampung buat warga sekitar. (ong/analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut