Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa Meminta Bupati Palas Hengkang


0

Sibuhuan – Mahasiswa dan Masyarakat Padang Lawas melakukan Aksi Unjuk Rasa dihalaman Kantor Bupati Padang Lawas, Senin (03/03). Aksi dari 12 (dua belas) Lembaga yang mengatas namakan Pergerakan Peduli Padang Lawas tersebut  berjalan dari Lapangan Merdeka Sibuhuan menuju kantor Bupati Padang Lawas

Dalam aksinya, pendemo membawa spanduk bertuliskan “ALI SUTAN HARAHAP (TSO) HENGKANG DARI JABATAN, KPK TANGKAP DAN ADILI BUPATI PADANG LAWAS TSO”. Massa juga membawa peralatan terbuat dari bambu berbentuk keranda mayat dan simulasi mayat yang terbujur kaku didalam keranda serta beberapa Panflet menghujat Bupati Padang Lawas

Dihalaman Kantor Bupati Padang Lawas Pengunjuk Rasa berorasi dan membentangkan spanduk, Kepolisian dan Satpol PP juga terus bersiaga didepan   pintu pagar masuk Kantor Bupati yang dalam keadaan tertutup

Dalam aksinya, Irham Pasaribu selaku Koordinator Lapangan menyeru agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi yang telah mengurita, sehingga menimbulkan kerugian Negara dan Masyarakat mencapai Miliaran Rupiah. “Bupati Padang Lawas TSO harus hengkang, KPK Tangkap dan Adili TSO” ujarnya

Aksi yang diikuti sekitar  60 orang tersebut berlangsung tanpa ada yang menerimanya di Kantor Bupati Padang Lawas karena bertepatan jam istirahat dan kantor Bupati sepi.

Aksi dengan menggunakan alat pengeras suara menyampaikan pernyataan sikap yang intinya hampir 7 tahun sudah Kabupaten Palas dimekarkan. Sadar tidak sadar ternyata kondisinya masih sama situasinya sebelum dimekarkan, bukan prestasi positip justru sebaliknya pencapaian prestasi negatif yang lebih dominan diraih, sudah terlalu lama kita diamkan, karena menunggu “ janji – janji manis dengan suara merdu orang yang mengaku- ngkau peduli, ternyata lebih kejam dari penjajah !!!,” ungkap Irham Bakti Pasaribu.

Adapun alasan kami menuding Bupati Palas tidak layak untuk lagi menjadi Bupati Palas, antara lain menyangkut permasalahan, pembohongan publik tentang target PAD Palas Tahun 2013, kenyataannnya tidak tercapai 21 M yang hanya tercapai 9 M. Bagimana PAD Tahun 2014 yang sudah disahkan dengan target 33 M bisa dicapai ??? masih penuh tanda tanya besar . Hal lain yang sangat ironis, terjadinya manipulasi data tentang bangunan fisik yang berlokasi di Pasar Sabtu Kecamatan Batang Lubu Sutam dengan nilai pagu anggran yang ditenderkan senilai 1,9 MJ , ternyta di RAPBD 3,3 M dan setelah perubhaan RAPBD tetap 3,3 M dengan sumber dari angggran BDB.

Tindakan indikasi dugaan korupsi lainnya , pengelapan pajak PAD galian C, Pajak Reklame dan CSR kepada masyarakat dengan system pemerintah bekerjasama dengan pihak perusahaan, tidak pernah teralisasi di Dinas Pendapatan atau CSR dimasyarakat dan hanya menguntungkan Bupati Palas semata. Dan masih banyak lagi permasalahan lain yang  yang ditemui sebagai indikator permainan korupsi berjemaah yang sudah sangat mengkristal didaerah ini, tetapi belum tersentuh pihak penegak hukum untuk menjerat dan menjebloskan para pelaku korupsi ketempat yang lebih layak untuk dihuni mereka, tandas Irham disahuti secara serentak oleh masing- masing Ketua Alinsi Mahasiswa dan masyarakat.

Pengunjuk Rasa terdiri dari masing- masing Ketua Aliansi diantaranya, Aliansi  IMA Eks Barteng Amir Husein Daulay. Aliansi Mahasiswa Peduli Kecamatan Sosa Palas Kadir Nasution, Aliansi Pergerakan Mahasiswa Anak Hukum Ahamd Husein, Aliansi Gema Pembebasan Palas Hasnul HD Nasution, LSM Perintis Gurdiman sakti S. Kom. Formas Palas Rasman Junaidi Hasibuan, Ikatan Pelajar Pemuda Islam Palas, Tondi Sarasi Lubis, Pemuda Demokrat Indonesia Palas Riswan Nasution, Himpunan Mahasiswa Peduli Demokrasi Sumteng, Irham Bakti Pasdaribu, FKI I Palas M Dayan Hasibuan, Gerakan Masyarakat Peduli Palas, Iskandar Zulkarnaen, sambung Irham.

Aksi terpaksa dibubarkan Oleh Polisi yang mengamankan aksi karena dinilai mengganggu umum, sempat bernegosiasi dengan pengunjuk rasa agar aksi dibubarkan, namun pengunjuk rasa bersikeras karena mereka menganggap sudah mengantongi izin dari Polres Tapanuli Selatan. Namun Pihak Kepolisian tetap membubarkan aksi, pembubaran dipimpin langsung oleh Kasat. Intelkam Polres Tapsel dan Kapolsek Sosa Huayan Harahap serta anggota personil dari Polres Tapsel dan Polsek Barumun. (Ts) (Apakabarsidimpuan)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut