Berusia ratusan tahun, Huta Unte Rudang Angkola Timur Tapsel belum dialiri listrik


0

Tapanuli Selatan – Huta Unte Rudang di Dusun Kantin, Desa Pargarutan Dolok, Kecamatan Angkola Timur, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), hingga kini belum mendapat aliran listrik.

“Kondisi Unte Rudang, huta yang sudah berusia ratusan tahun. Jarak huta Unte Rudang ke pusat perkantoran hanya sekitar 5 kilometer,” ujar Direktur Eksekutif Pusat Analisis Layanan Dasar Masyarakat (Paladam) Subanta Rampang Ayu ST, kepada Harian Metro Tabagsel, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, di Unte Rudang Dusun Kantin Desa Pargarutan Dolok terdapat sekitar 10 kepala keluarga dan berjumlah 57 jiwa. Kemudian, dari keseluruhan jumlah penduduk terdapat sekitar 22 anak sekolah mulai dari tingkatan SD hingga SMA.

“Bisa dibayangkan bagaimana sakitnya hidup mereka di tengah gelap gulita malam. Jangankan untuk menonton TV, belajar saja terpaksa dengan bantuan lampu teplok. Malah bila ada acara baik pesta atau meninggal terpaksa meminjam genset ke desa tetangga,” kata Subanta.

Selain itu, kata Subanta, di Huta Unte Rudang juga tidak ada sarana ibadah dan sarana MCK sehingga kondisi dusun tersebut sangat memprihatinkan. Dan tempat MCK terbuka begitu saja tanpa atap dan lantai, dinding sekat mandi dan kakus hanya ditutupi dengan seng.

“Kalau hujan kadangkala kita bukan lagi mandi dari aliran mata air tapi justru mandi dari air hujan. Kasihannya anak-anak dan orangtua jompo kena hujan jadi sakit, padahal awalnya mau mandi. Belum lagi bila ada musibah meninggal, jenazah terpaksa disholatkan di rumah warga,” kata Subanta didampingi Kamaluddin Harahap dan Mahin Harahap yang merupakan tokoh masyarakat setempat. Dikatakan Subanta, Huta Unte Rudang ini betul-betul daerah tertinggal apalagi kondisi rumah di huta ini sangat memprihatinkan dengan rumah model panggung berbahan kayu lapuk.

“Sekiranya Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan pihak PLN untuk bisa membuka mata agar ketertinggalan huta ini dapat teratasi. Paling sedih bila melihat anak-anak sebab dari tatapan matanya terlihat antara berbelas kasihan dan geram melihat sakitnya tidak diperhatikan pemerintah. Kita semua mesti membuka mata, telinga dan hati, tidak usah kita berbangga dengan megahnya pusat perkantoran sementara rakyat yang kita pimpin menderita,” pungkasnya. [metrotabagsel.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut