BM2R unjuk rasa di depan kantor BPBD Tapsel


0

Tapanuli Selatan –  Puluhan massa yang tergabung dalam Barisan Mahasiswa Masyarakat Revolusioner (BM2R), menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapsel Jalan Jl.Raja Inal Siregar Kelurahan Batunadua Kecamatan Padangsidimpun Batunadua Kota Padangsidimpuan, Selasa (18/4).

Para pengunjuk rasa menuntut berbagai permasalahan dan dugaan tindak pidana korupsi anggaran di BPBD Tapsel baik dananya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tapsel maupun Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) yang di tampung dalam pos anggaran BPBD Tapsel.

Pantauan Harian9, puluhan mahasiswa itu tiba didepan kantor BPBD Tapsel sekitar pukul 10.30 WIB dengan mengenderai berbagai jenis sepeda motor dan mini bus dan dikawa aparat kepolisian dari Polres Padangsidimpuan dan Polres Tapsel.

Kedatangan pengunjuk rasa diterima Kepala BPBD Tapsel Ibrahim Lubis, S.Sos, diwakili Seketaris BPBD Mhd. Saleh, didampingi Kapolsek Batunadua AKP. Abdi Abdullah, SH, untuk memberikan jawaban yang disampaikan para pengunjuk rasa.

Selanjutnya, pengunjuk rasa menggelar mimbar bebas sembari berorasi dengan menyampaikan pernyataan sikap yang disampaikan coordinator aksi Ahmad Kausar didampingi koordinator lapangan Mhd. Muklis Harahap dan penangungjawab Rony Yakub Azhari terkait dugaan penyalahgunaan anggaran di BPBD Tapsel.

Adapun tuntutan para pengunjuk rasa yakni meminta pertanggung jawaban atas dana yang dikelola BPBD Tapsel seperti, dana program dan pencegahan dini dan penanggulangan korban bencana alam sebesar Rp.3.138.724.770.-, dana pengadaan log dan obat-obatan bagi penduduk di tempat penampungan sementara sebesar Rp.134.024.420.-, dana pendidikan publik melalui Diseminasi informasi terkait kebencanaan sebesar Rp.113.859.000.-

Kemudian dana pembentukan satuan reaksi cepat sebesar Rp.1.311.444.250.-, dana pembentukan relawan penanggulangan bencana sebesar Rp.211.262.650.-, dana sosialisasi penanganan bencana sebesar Rp.198.979.250.- dan dana rapat-rapat koordinasi dan konsultasi keluar daerah sebesar Rp.399.807.276.-.

“Kami dari BM2R meminta pertanggungjawaban Kepala BPBD Tapsel terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di tubuh lembaga BPBD Tapsel dan menghimbau serta mengajak lapisan dan elemen masyarakat bersama-sama memantau kinerja BPBD Tapsel tersebut dan ini merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan bersama demi menyelamatkan keuangan negara,“ ujar Ahmad Kausar dalam orasinya.

Massa BM2R berjanji akan menindaklanjuti apa yang menjadi temuan mereka kepada pihak penegak hokum untuk diusut tuntas dan akan melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih besar lagi.

Menjawab orasi yang disampaikan massa BM2R, Seketaris BPBD Mhd. Saleh akhirnya menemui pengunjuk rasa dan berjanji akan melaporkannya kepada pimpinan, karena yang berwewenang menjawabnya adalah pimpinan.

“Kadis saat ini tidak berada di tempat, karena ada acara kunjungan lapangan, dalam rangka ujian SMP. Namun apa yang dituntut adik-adik, nanti akan kami laporkan kepada pimpinan,“ ujar Seketaris BPBD Mhd. Saleh.

Usai mendengar jawaban yang disampaikan pengunjuk rasa, akhirnya massa membubarkan diri dalam keadaan aman dan tertib sekira pukul 11.00 Wib untuk meanjutkan aksi di kantor Bupati Tapsel di Sipirok. [harian9.com]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut