IPK Tapsel Dorong Ekonomi Kader dan Masyarakat Budidaya Ubi Kayu


-1
-1 points
IPK Tapsel Dorong Ekonomi Kader dan Masyarakat Budidaya Ubi Kayu
Kade Ikatan Pemuda Karya (IPK) Kabupaten Tapanuli Selatan bersama masyarakat mulai giat budidaya ubi kayu demi peningkatan ekonomi. (Antara Sumut/Kodir)

Tapanuli Selatan – Organisasi kemasyarakatan pemuda DPD IPK (Ikatan Pemuda Karya) Kabupaten Tapanuli Selatan mendorong ekonomi kader dan masyarakat daerah itu dengan budidaya ubi kayu.

“Kegiatan tanam ubi akan terus dikembangkan di 15 kecamatan se-Tapanuli Selatan,” kata Ketua IPK Tapanuli Selatan Zainal Abidin didampingi bendahara IPK Abdul Kadir Subarja di Sipirok, Minggu.

Tahap awal telah mereka selesai laksanakan dengan menanam bibit ubi kayu varietas Malaysia di lahan seluas dua hektare di Desa Kapuran, Kecamatan Angkola Timur.

“Ada sekitar 12.500 batang bibit kayu yang sudah kita mulai tanam dengan sawadana sendiri di lahan dua hektare itu dengan jarak tanam 70 cm,” katanya.

“Potensi produksinya sekitar 100 ton dengan estimasi hasil sekitar 40 kg/batang dalam masa tanam selama 11 bulan terhitung sejak Januari 2019,” ujarnya menambahkan.

Kader kecamatan hanya menggandeng masyarakat dalam hal penyediaan lahan. “Sedang operasional mulai pematangan lahan, penanaman bibit melibatkan puluhan masyarakat (menjaga kearifan lokal) kita yang menanggung,” terangnya.

Ia menyatakan apa yang ia lakukan seluruhnya demi organisasi sekaligus dapat berbuat (pemberdayaan) ekonomi masyarakat setempat. Karena, untungnya juga nanti untuk kader dan masyarakat.

“Kiranya langkah kader IPK Angkola Timur menjadi motivasi bagi kader lainnya di daerah ini,” ujarnya seraya menambahkan pihaknya juga akan membudidayakan tanaman sereh wangi (Cymbogon Nardus) di daerah ini.

Ia bertekad kehadiran IPK yang ia pimpin sejak Agustus 2018 ini mendapat imej positif dan berarti di tengah masyarakat, sekaligus mendorong visi misi Pemkab Tapanuli Selatan menjadikan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera.

“Saya menginginkan selama menakhodai organisasi seluruh kader akan memiliki jiwa pembangun, mandiri, serta berjiwa kewiriusahawan memanfaatkan luasnya potensi pertanian (lahan kosong) daerah agar bernilai ekonomis walau dengan modal sendiri,” ujarnya.

Saat ini ia sudah sudah menjalin komunikasi intensif kepada pabrik tepung tapioka PT. Hutahayan di Kabupaten Toba Samosir sebagai mitra kerja menampung hasil produksi ubi kayu nantinya.

“Dalam waktu dekat kita juga akan melakukan studi banding (belajar) soal budidaya Sereh Wangi ke Solok Sumatera Barat yang rencananya akan kita kembangkan di Tapanuli Selatan,” pungkasnya. (Antara Sumut)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
1
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut