Bupati Tapsel Blusukan di Atas Rambin


0
Rombongan Bupati Tapsel bersama Kades Sikuik-kuik Pardomuan P, meninjau rambin Simpang Bulu Soma yang akan direhab, Selasa (19/11). (Foto: Ist)
Rombongan Bupati Tapsel bersama Kades Sikuik-kuik Pardomuan P, meninjau rambin Simpang Bulu Soma yang akan direhab, Selasa (19/11). (Foto: Ist)

TAPSEL– Dalam upaya mengantisipasi cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini, Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu bersama Kabag Humasy Sekretaris Daerah Drs Anwar Efendi Simanungkalit blusukan (memantau langsung kondisi) ke kecamatan rawan bencana.

Hal itu dilakukan untuk memastikan kondisi terkini di beberapa wilayah. Seperti dengan mengunjungi Kecamatan Angkola Selatan yang selama ini memang sering dilanda banjir dan longsor, terutama pada musim hujan.

Titik awal yang pertama dilihat Syahrul dan rombongan pada Selasa (19/11) itu adalah rambin (jembatan gantung) yang berada di Simpang Bulu Soma, Desa Sikuik kuik, Angkola Selatan.

Bagi warga, keberaaan rambin sangat vital yang merupakan urat nadi perhubungan, baik yang bermukim di Sikuik-kuik, maupun yang tinggal di seberang rambin, yakni warga Dusun Bulu Soma. Sehingga kondisi rambin haruslah tetap aman dan lancar, agar roda perhubungan wilayah itu tidak sampai putus.

Pada kunjungan mendadak bupati tersebut, Kepala Desa Sikuik kuik Parubahan P, merupakan Kepala Desa yang baru terpilih pada akhir Oktober lalu dan akan dilantik pada 26 Nopember mendatang mengatakan, masyarakat desa yang dipimpinya sangat berterima kasih kepada bupati dan Bank Sumut. Sebab pihak bank itu telah memberikan dana CSR untuk rehab rambin dengan biaya Rp50 juta.

“Adapun panjang rambin itu 32 meter x 1,8 meter dan telah berfungsi sekitar tujuh puluhan tahun,” ujarnya. Setelah memantau kondisi rambin di Sikiuk-kiuk itu, perjalanan Syahrul dilanjutkan menuju Kelurahan Pardomuan yang mengalami banjir bandang yang menghanyutkan serta merusak beberapa rumah pada 2012 lalu.

Di Kelurahan ini, Syahrul langsung mengamati dan melihat kondisi air di aliran sungai yang ada. Namun menurut pantauan rombongan, kondisi air masih dalam suasana normal dan belum ada tanda-tanda membahayakan. Selanjutnya rombongan meninjau rambin Simaronop dengan panjang 52 meter x 1,8 meter.

Rambin ini pernah mendapat rehab ringan dengan dana Rp100 juta melalui PNPM tahun 2009. Di seberang rambin itu ada empat dusun yang dihuni warga.

Setelah melihat kondisi rambin Simaronop itu, perjalanan berlanjut menuju Desa Aek Natas. Di sana, warga berharap adanya perhatian pemerintah terhadap pembangunan jalan sampai ke Dolok Godang yang dihuni 200-an warga. (ran) (metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut