Bupati Tapsel Meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Desa Pintu Padang Mandalesana


0

TAPSEL – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpusat di Desa Pintu Padang Mandalesana sudah diresmikan. Warga yang sudah turun temurun selama ratusan tahun terisolir di desa itu kini merasakan penerangan listrik.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Tapsel Drs Helmy kepada METRO mengatakan, dengan dibangunnya PLTS terpusat, sebanyak 48 kepala keluarga dan 3 fasilitas umum di Desa Pintu Padang dapat diterangi, terutama malam hari. Hal itu berdampak pada meningkatnya pelayanan masyarakat, terutama mengatasi keterisoliran yang terjadi.

“Melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya itu, diharapkan mampu mengurangi keterisoliran warga terhadap penggunaan aliran listrik selama ini,” terangnya.

Bupati H Syahrul M Pasaribu menandatangani prasasti peresmian berbagai fasilitas umum yang dibangun di Desa Pintu Padang Mandalasena beberapa waktu lalu. (Foto: Amran Pohan)
Bupati H Syahrul M Pasaribu menandatangani prasasti peresmian berbagai fasilitas umum yang dibangun di Desa Pintu Padang Mandalasena beberapa waktu lalu. (Foto: Amran Pohan)

Dikatakan, sebanyak Rp2,2 miliar dana pusat telah disalurkan untuk pembangunan PLTS dan jaringan serta instalasinya ke kediaman warga kampung tersebut. Sehingga dengan dibangunnya pembangkit listrik ini, masyarakat bisa sedikit lega dan bisa menikmati listrik. Padahal sejak kampung itu ada ratusan tahun lalu, masyarakat sama sekali belum pernah merasakan penerangan listrik.

Sedangkan jarak satu kampung ke kampung lainnya di wilayah itu, jaraknya berjauhan. Dia menambahkan, saat ini PLTS bisa menghasilkan tenaga listrik sebesar 15 ribu watt. Sehingga setiap rumah mendapatkan jatah arus listrik sebesar 450 WH dengan masing-masing 3 bola lampu ukuran 5 watt.

Kepala Desa Pintu Padang, Musa Rambe (58) mengatakan, berdasarkan letak dan jarak tempuh menuju tempat tinggal mereka yang jauh dan sulit dijangkau, sebenarnya sangat mustahil mendapat perhatian yang begitu besar dari pemerintah. “Makanya kami tak dapat mengungkapkan rasa bahagia atas perhatian ini,” ucapnya.

Dikatakan, sebagai warga, ia akan berupaya menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun, sehingga mendatangkan manfaat yang lebih besar dan nantinya dapat diwariskan kepada anak cucu.“Warga kami juga ada yang dilatih sebagai teknisi dan diberi pengetahuan tentang perawatan serta teknis lainnya. Kami akan berupaya memelihara fasilitas itu,” ucapnya.

Sementara menurut warga Aven Ritonga (27), seluruh masyarakat di desanya telah menikmati penerangan listrik. Padahal selama ini mereka menggunakan lampu teplok, yang menghabiskan minyak 3 hingga 5 liter per-minggu.

“Waktu kami menggunakan lampu teplok, cahayanya hanya satu meter yang nampak. Saat ini sudah lebih baik, dimana satu rumah dijatah 3 sampai 4 lampu. Aliran listrik sudah menyala sejak jam setengah enam, tinggal dihidupkan dari rumah masing-masing,” ungkapnya.

Warga lainnya, Camat Muda (55) menyebutkan, untuk penerangan dari PLTS terpusat itu, sudah sangat membantu di kampungnya. Ia sangat bersyukur karena selama ini desa tertinggal dan terpencil tempatnya menetap itu tak pernah mendapat perhatian.

“Kami sangat bersykur, sekalipun sebenarnya kami masih berharap adanya perhatian pembukaan jalan menuju perkampungan kami di masa mendatang,” ucapnya sambil menerangkan, jarak tempuh dari kampung itu menuju jalan desa berkisar 15 kilometer. Itupun hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki selama 3 sampai 4 jam.

Sebelumnya, persemian PLTS langsung dilakukan Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu, Minggu (9/3), dirangkai dengan peresmian berbagai bangunan fasilitas umum lainnya di Pintu Padang Mandalasena, Kecamatan Saipar Dolok Hole (SDH).

Beberapa fasiltas umum yang diresmikan itu antara lain, Poskesdes dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Mandalasena dari Dinas Kesehatan, pembukaan jalan, kantor desa dan berbagai kegiatan lain dari program Bapemas Pemdes. Selain itu, ada juga rehabilitasi ruang kelas dari program Dinas Pendidikan, pembangunan pasar dari Dinas Koperindag dan pembangunan PLTS terpusat yang merupakan program Distamben Tapsel. (ran) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut