Bus ALS Nyaris Masuk Jurang di Batu Jomba Sipirok


0
Bus ALS yang berada dibibir jurang, akibat kondisi jalan yang semakin rawan di jalinsum Sipirok – Tarutung, Selasa (21/10). (Amran Pohan/New Tapanuli)
Bus ALS yang berada dibibir jurang, akibat kondisi jalan yang semakin rawan di jalinsum Sipirok – Tarutung, Selasa (21/10). (Amran Pohan/New Tapanuli)

TAPSEL – Setelah relatif aman dalam setahun terakhir, jalur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung tepatnya di Batu Jomba, Kampung Bulu Payung, Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel, kembali rawan.

Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) BK 7904 DO, jurusan Medan (Sumatera Utara)-Bukit Tinggi (Sumatera Barat), nyaris masuk jurang, akibat tak dapat dikendalikan dijalan longsor sehingga hampir sebagian badan bus terperosok dibibir jurang, Selasa (21/10) pukul 02.00 WIB.

Informasi dihimpun dari masyarakat setempat, kondisi jalan memang telah mulai rawan sekitar 2 hari terakhir. Apalagi, sebelumnya truk pengangkut kayu telah mengalami nasib uang sama, sekalipun masih nyaris terguling kedalam jurang dengan kedalaman sekitar 20 meter.

“Badan jalan memang sudah sangat rawan, apalagi belakangan hujan mengguyur deras disini, seebelumnya, truk kayu juga hampir jatuh, makanya kayunya masih berserakan di lokasi, lantas, Bus ALS mencoba melewati jalan yang nyaris putus, dan ternyata, karena kondisi tanah yang labil membuat roda belakang masuk jurag dan kenderaaanpun miring dan nyaris terguling, para penumpang keluara dan menyelamatkan diri,” ungkap Kepala Desa Luat Lombang Muara Siregar dan Warga Setempat Syawal Parapat (48).

Memang tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, akan tetapi arus lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menghubungkan Tapsel dan Taput tersebut lumpuh total.

Burhan (48) salah seorang penumpang mengaku, saat kejadian dia sedang tertidur, namun tiba-tiba busnya yang ditumpanginya terasa oleng. Dan para penumpang lain berteriak. Lantas setelah merasakan kejadian tersebut, bersama para penumpang yang lain sudah berdesak-desakan mau turun ke bawah.

”Semua penumpang panik, tidak terkecuali, karena bagian belakang bus itu sudah berada di jurang,”ungkapnya. Diceritakannya, sejawak awal pemberangkatan, memang dia sudah merasa tidak enak, namuan tidak tahu mengapa. “Dan ternyata karena akan terjadi seperti ini,” ucapnya.

Ketika, ditanya kronologis dan bagaimana semua penumpang, serta siapa dan dimana pengendara bus tersebut, namun tidak ada yang bisa memberikan keterangan. Termasuk dari pihak PT ALS yang ada dilokasi, juga tak bersedia memberikan karena mereka mengaku sedang sibuk mengurus ALS yang tergelicir itu.

”Nanti saja wawancaranya, kami lagi sibuk mengurus bus ini,”cetus salah seorang manajemen PT ALS ketika ditemui di lokasi kejadian. Setelah itu, laki-laki yang memakai baju warna hitam itu langsung pergi.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Tapsel AKP Abdi Abdullah SH, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengaku belum mengetahui nama supir ALS tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya dari lapangan, supir ALS berjumlah 2 orang.

”Saat kejadian, yang membawa mobil itu sopir dua, bukan supir 1, tapi saya belum dapat nama kedua supir itu,”ungkapnya ketika dihubungi melalui telepon selulernya.

Dikatakan, saat ini mereka fokus untuk melancarkan arus lalu lintas sehingga tidak terjadi kemacetan yang semakin parah. ”Bus itu pasti dievakuasi, namun saat ini kami hanya fokus untuk membuka arus lalu lintas, sehingga tidak semakin parah macetnya,”ujarnya.

Terjebak Macet 12 Jam, Sayur-mayur Membusuk

Ratusan kendaraan terjebak macet selama 12 jam. Juga, berderet hingga sepanjang tiga kilometer. “Sejak Subuh kami di sini, tak bisa lewat, suasana gelap, terpaksa tidur aja di dalam mobil,” ungkap Ali Aman (35), salah seorang penumpang bus.

Beberapa pengemudi kenderaan yang terjebak macet, mengaku kecewa dengan lambannya penanganan. “Memang penanganan terkesan lamban. Kejadian bus ALS yang nyaris masuk jurang sudah terjadi sejak jam dua, dan baru sekitar pukul 10 diupayakan penanganan untuk mengatasi antrean panjang,” sebut Hanafi (50) dan Alek (45).

Dikatakan keduanya, kondisi jalan tersebut memang terkesan dibiarkan, dan pemerintah tak begitu serius dalam menanganinya. “Penanganan jalan ini terkesan lamban dan begini saja dari dulu, hampir sekali seminggu kami melintasi ini. Saya melihat penanganan jalan terkesan lamban, para pejabat yang melintas pun terkesan tutup mata,” ungkap keduanya.

Hasanuddin (48), warga lain yang melintas mengatakan, setelah Aek Latong selesai ditangani, sudah jarang terjadi gangguan lalu lintas di wilayah itu, namun belakangan, Batu Jomba, terus menebar ancaman, bagi para pengguna jalan. Hal itu tentunya membutuhkan perhatian yang serius dari pemerintah, dan juga kerja sama dari seluruh lapisan masyarakat.

“Ini merupakan Jalan Negara, tapi kondisinya lebih buruk dari jalan desa, ke depan melalui pemerintahan dengan presiden yang baru, kami warga sangat menaruh harapan dengan upaya pembangunan yang lebih berkualitas, khususnya pembangunan jalan di wilayah ini,” ucapnya.

Sayur-sayuran Mulai Layu dan Busuk

Kejadian itu juga berdampak terhadap suplai sayur-mayur ke Kota Padangsidimpuan dan Sipirok. Sebab, mobil bermuatan sayur-mayur tersebut terjebak antrean panjang. “Sudah 9 jam kami terjebak macet, seluruh sayur-sayuran yang ada di dalam mobil mulai layu, bahkan busuk,”ungkap Linda Situmorang (45), salah seorang pedagang sayur ketika ditemui di lokasi.

Disebutkannya, sayur-sayuran dan buah-buahan yang dijual di Kota Padangsidimpuan dan Sipirok berasal dari Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara dan Tanah Karo.

Menurutnya, apabila kondisinya seperti ini, maka dia menjamin sayur-sayuran yang diangkutnya akan membusuk sehingga tidak laku dijual. ”Kalau sudah busuk pasti tidak laku lagi. Kami rugi,” ujarnya. Pernyataan yang sama juga datang dari Frengki (27), supir truk yang bermuatan sayur dengan tujuan Bukit Tinggi.

Menurutnya, sayur-sayuran yang ada di dalam truknya dipastikan tidak akan laku karena sudah mulai membusuk, karena jarak dari Sipirok ke Bukit Tinggi masih jauh. “Saya berharap kepada pemerintah agar memperbaiki badan jalan ini, sehingga kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi,” ucapnya. (ran) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut