Dampak Sinabung, Petani Karo Rugi Rp 40 M


0

Kabanjahe – Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI menyatakan sayuran yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung tidak terdeteksi logam berat (Pb, As Cd). Sayuran yang terkena dampak letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo layak dikonsumsi.

Pernyataan ini dikeluarkan oleh Badan  Ketahanan Pangan RI melalui surat resminya yang ditujukan kepada Kepala Posko Penanggulangan Bencana Gunung Sinabung Kabanjahe Nomor 2017/TU.020/K.I/12/2013 tertanggal 4 Desember 2013 yang ditandatangani oleh Muhammad Hamzah selaku Sekretaris Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian RI di Jakarta.

Melalui surat tersebut, disampaikan bahwa pengujian sayuran tersebut dilakukan menindaklanjuti kunjungan kerja Menteri Pertanian ke lokasi bencana Gunung Sinabung Kabupaten Karo beberapa waktu yang lalu. Hasil sayuran yang diambil untuk diuji laboratorium di Jakarta apakah tercemar logam berat atau tidak adalah sayuran yang biasa dikonsumsi masyarakat dan ditanam disekitar Gunung seperti tomat, terong dan kubis.

Pengambilan sayuran dilakukan pada tanggal 20 -22 November 2013 secara acak di 3 lokasi yaitu Desa Sukandebih Kecamatan Namanteran (berjarak 6 km dari Gunung Sinabung), Desa Simacem Kecamatan Naman Teran (berjarak 2,5 km dari Gunung Sinabung) dan Desa Sukameriah Kecamatan Payung (berjarak 1 km dari Gunung Sinabung). Hasil pengujian laboratorium Balai Besar Pascapanen Pertanian menunjukkan bahwa contoh sayuran (tomat, terong dan kubis) dengan perlakuan dicuci dan tidak dicuci, tidak terdeteksi mengandung logam berat.

Kerugian Petani Sekitar Rp40 M

Letusan Gunung Sinabung, secara langsung memukul industri pertanian di daerah ini. Selain mengganggu produksi tanaman holtikultura milik petani, ribuan hektar lahan pertanian juga mengalami puso. “Jika diperhitungkan ke rupiah, kerugian para petani berkisar Rp 40.139.532. 000. Dan yang lain diperkirakan terjadi penurunan produksi sebesar 30 persen,” kata Kadis Pertanian Kabupaten Karo, Ir Agustoni, Jumat pagi (6/12) kepada andalas.

Petani Kabupaten Karo selama ini menjadi pemasok utama sayur dan buah untuk Medan dan wilayah lain di provinsi Sumut. Berkurangnya pasokan sayur dan buah asal Karo telah mengakibatkan harga di Medan dan Sumut meroket, ujarnya.

Sekedar mengingatkan, Menteri Pertanian (Mentan) RI Suswono saat mengunjungi posko pengungsi utama, berjanji akan mengganti rugi tanaman petani Karo, akibat erupsi Gunung Sinabung. Saat ini, pemerintah sedang melakukan penjajakan terhadap bantuan dari perbankan dengan proses yang mudah dan tidak berbelit-belit.

“Saat ini masih dievaluasi BNPB. Ada data-data pendukung yang kemudian dapat diganti rugi. Tapi, tetap ada koordinasi antara kita dengan BNPB dan Pemkab Karo serta Pemprov Sumut,” kata Menteri Pertanian, Suswono di Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Api Sinabung, Komplek Kantor DPRD Karo, Jalan Veteran Kabanjahe, Minggu (17/11). (RTA) (harianAndalas)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut