Danrem Sidimpuan Ingatkan Ancaman Globalisasi


0

SIDIMPUAN – Jika salah memanfaatkan, era globalisasi yang memberi banyak kemudahan menjadi ancaman tersendiri bagi para prajurit TNI. Telekomunikasi, transportasi dan turisme, dapat membantu pelaksanaan tugas sehari-hari. Tapi bisa berbalik menjadikan kehancuran moral, etika maupun tugas utama seorang prajurit.

“Hati-hati terkena virus globalisasi. Ada tiga hal yang mengancam seorang anggota TNI dan masyarakat umum,” ujar Komandan Komando Resor Militer 023 Kawal Samudera, Kolonel Kavaleri Abdul Rahman Made, di aula Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0212/TS, Jalan Imam Bonjol, Psp Selatan, kemarin pukul 14.00 WIB.

Dalam arahannya, Danrem menyampaikan kepada prajurit, PNS dan Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0212/TS, meminta kemajuan teknologi tidak disalahgunakan, Tapi dimanfaatkan sebagai alat menjalankan tugas dan fungsi pokok seorang tentara.

“Pesatnya kemajuan telekomunikasi, transportasi dan turisme telah merusak kearifan lokal. Jangan tentara juga terkena dampak buruk virus globalisasi,” jelasnya di hadapan ratusan prajurit TNI yang dipimpin Komandan Kodim 0212/TS Letnan Kolonel Infanteri AT Chrishardjoko.

Dijelaskan Abdul Rahman Made yang pernah menjabat Komandan Kodim 0207 Simalungun ini, kemajuan teknologi telah merusak kearifan lokal. Dicontohkannya, dulu masyarakat akrab satu sama lain dan saling bertegur sapa dengan santun saat hendak bepergian. Tapi sekarang, orang terkesan tidak perduli sesamanya karena kemudahan-kemudahan yang ada. Hampir tidak ada lagi etika atau tata krama.

“Dulu, kalau mau berangkat dari daerah pedalaman ke Padangsidimpuan atau sebaliknya, orang akan bertanya ke tetangganya, siapa yang mau ikut. Karena dulu masih naik gerobak yang ditarik kerbau. Kalau pun ada mobil atau bus, masih terbatas. Lalu di jalan, ada yang menawarkan minum dan makan.

Ketika sampai di tujuan, ada lagi yang bertanya dari mana datang,” jelas Danrem 023/KS di aula Daulay-Simorangkir, Makodim 0212/TS yang dipadati sekitar 300 prajurit, PNS dan Persit Kartika Chandra Kirana.
“Tapi sekarang, orang terkesan masa bodoh, karena masing-masing sudah punya motor atau mobil.

Prajurit TNI harus tetap menjaga sialturahmi, etika dan tata krama. Semua itu harus jadi positif dan mempermudah tugas kita,” kata pria asal Sulawesi Selatan yang pernah menjabat Komandan Pusat Pendidikan Kavaleri TNI ini.

Soal telekomunikasi, Danrem menyinggung kurangnya komunikasi antar Bina Satuan maupun komandannya. Dalam berbagai acara, prajurit, bahkan oknum atasan, sibuk bermain telepon selular masing-masing. Hingga makna dan tujuan kegiatan tidak diterima dengan baik.

“Yang lebih parah lagi, kata Danrem 023/KS, hal turisme yang banyak merusak moral bangsa. “Turis bepergian sengaja beli baju dan celana yang murah, sekali pakai bisa dibuang. Tapi memperlihatkan bagian-bagian tubuh yang tabu dipertontonkan. Celakanya, malah kita ikuti itu dan merusak budaya. Saya tidak mau melihat ada Persit kayak turis,” tegasnya.

Dibalik semua itu, Danrem 023/KS mengakui kurangnya kepedulian prajurit TNI terhadap masyarakat di sekitarnya, lingkungan keluarga bahkan diri sendiri. Untuk itu, ia meminta dilakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Sebab menurutnya, inti ancaman globalisasi adalah ketidakpedulian.

“Komandan Koramil diminta tolong tapi menolak dengan alasan di luar jam dinas, itu tanda sudah terkena dampak buruk virus globalisasi. Tidak boleh lagi tidak peduli,” kata Made yang hadir didampingi para Perwira setingkat Kepala Seksi Korem 023/KS.

Danrem meminta seluruh prajurit TNI mengangkat citra Korem 023/KS, khususnya Kodim 0212/TS, dengan menjaga perilaku dari hal-hal yang dipandang buruk oleh masyarakat. Danrem mengambil ilustrasi pusat perbelanjaan, mall.

Meski ramai dikunjungi, tapi setiap orang tidak berani meludah dan membeli tidak dengan menawar. Tapi di Pasar Tradisional, pengunjung sembarang meludah dan ngotot menawar harga serendahnya.

“Tampilan itu penting. Di mall orang tidak berani meludah karena tempatnya bersih. Kalau kita berkualitas, investasi karir pun akan mulus. Mari mulai dari diri sendiri untuk memantaskan Korem dan Kodim. Jadilah kebanggaan pribadi, keluarga dan organisasi, sebagai tampilan operasional,” ujarnya mengakhiri sambutan.

Sementara itu Dandim 0212/TS Letnan Kolonel Infanteri AT Chrishardjoko atas kunjungan kerja komandannya tersebut, berharap kepada semua personil yang ada di bawah komandonya, bisa menjadikan arahan dan bimbingan yang telah diberikan Danrem menjadi sebuah masukan yang dapat membangun dan memotivasi masing-masing personil untuk menjadi lebih baik kedepannya.

“Kami merasa bangga dan salut atas kunjungan Bapak Danrem yang banyak memberikan arahan dan masukannya kepada kami, khususnya kepada seluruh personil yang ada di Kodim 0212 Tapsel ini. Semoga apa yang telah beliau sampaikan bisa menjadi sebuah alat untuk menjadi lebih baik, yang dapat merubah tantangan menjadi peluang untuk mewujudkan sebuah harapan yang gemilang,” tutupnya.

Acara kunjungan kerja Danrem 023/KS itu juga dihadiri sejumlah unsur Muspida, seperti Danyon 123/RW Mayor Inf Uyat SIP, Walikota Psp Andar Amin Harahap, Bupati Tapsel H Syahrul Pasaribu beserta Wakilnya Aldinz Rapollo Siregar, Ketua DPRD Kota Psp Aswar Syamsi, Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto dan Kapolres Tapsel AKBP A Rizal Engahu. (yza) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut