Darul Mursyid Raih Prestasi Di Geosfair Unimed 2019


1
30 shares, 1 point
Darul Mursyid Raih Prestasi Di Geosfair Unimed 2019
Rela Sudianto sebagai Guru Pembina Gegrafi Darul Mursyid berphoto bersama kedua siswanya yang berprestasi di Geosfair Unimed 2019 beberapa waktu yang lalu. Bintang Puragabaya (paling kiri) dan Jul Aldianysah (paling kanan).

Tapanuli SelatanPesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM), terus menorehkan prestasi demi prestasi di ajang olimpiade sains. Kali ini PDM meraih prestas pada Geosfair 2019 untuk tingkat SMA/MA se Sumatera Utara yang dilaksanakan oleh Jurusan Geografi Fakultas Ilmu Sosial Unimed.

Adapun daftar sekolah yang masuk dalam ranking sepuluh besar yaitu Juara Satu dan Juara Dua dan juara tujuh diraih oleh SMA Panca Budi, Juara tiga diraih oleh SMA Methodist, Juara empat dan juara enam diraih oleh PDM, juara lima, juara sembilan dan juara sepuluh diraih oleh Nurul Ilmi, juara delapan dirah oleh MAN 1 Medan.

Rela Sudianto sebagai guru pembina dan pendamping Tim PDM mengatakan, dua orang siswanya yang masuk dalam sepuluh besar itu adalah Bintang Puragabaya (juara 4) dan Jul Aldiansyah (juara 6).

“Alhamdulillah dua orang anak kami masuk dalam sepuluh besar pada event ini. Semoga bisa menambah semangat mereka untuk lebih giat dan semangat lagi pada event mendatang,” ungkapnya.

Dikatakan, kedua anak didiknya itu merupakan calon siswa potensial yang berprestasi, khususnya dibidang studi Geografi. Setelah sebelumnya Ahmad Soleman yang kni duduk dibangku kelas tiga Aliyah dan tahun ini akan tamat dari PDM. Ahmad Soleman Dongoran ternyata sudah meraih beberapa prestasi di bidang studi Geografi baik di tingkat daerah, Provinsi bahkan di tingkat regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut). Maka menurutnya Kedua siswanya ini merupakan regeneras berikutnya.

“Ahmad Soleman Dongoran yang merupakan andalan kami di bidang studi Geografi akan segera tamat tahun ini. Maka kamipun telah mempersiapkan penggantinya. Tim Olimpiade sains dibidang studi Geografi kami selama ini sudah menunjukkan eksistensinya dengan meraih beberapa prestasi di berbagai event. Namun kami bertekad akan mempersembahkan prestasi yang terbaik dimasa yang akan datang. Untuk itu, maka setiap ada event akan kami ikuti guna menambah pengalaman dan menambah jam terbang. Dengan demikian pula anak kami akan terbangun mentalnya sebagai mental juara,” pungkas Rela.

Jafar Syahbuddin Ritonga, DBA mengatakan, prestasi yang diraih PDM selama ini harus bisa dipertahankan dan bahkan harus lebih baik lagi dimasa mendatang. Karena menurutnya persaingan pada kegiatan olimpiade sains semakin hari semakin kompetitif diman hampir semua sekolah ingin mempersembahkan yang terbaik untuk menunjukkan eksistensi sekolahnya.

“Setiap event yang kami ikuti selalu kami evaluasi guna mengukur kemampuan dan memperbaiki titik-titik lemah kami. Maka para pembina kemudian berembuk untuk mengatur strategi pada event berikutnya yang akan diikuti. Saya selalu tekankan agar prestasi harus semakin membaik dari waktu ke waktu dan tidak boleh cepat berpuas diri. Apalagi persaingan semakin kompetitif dimana semua sekolah saya kira akan melakukan hal yang sama untuk mengangkat nama baik sekolahnya masng-masng melalui kejuaraan olimpiade sains,” ungkapnya.

Ketua Umum Yayasan Pendidikan Haji Ihutan Ritonga (Yaspenhir) yang mengelola PDM ini, juga menerapkan sebuah slogan yang terus ditanamkan di PDM yakni ‘Never stop moving’ (jangan pernah berhenti untuk bergerak).

Terus bergerak menuju yang lebih baik dari waktu ke waktu. Alhasil dengan prinsip demikian maka akan memicu semangat dan mencari ide-ide atau gagasan baru untuk terus memperbaiki diri menuju arah yang lebih baik di semua lini kehidupan. Secara khusus dalam prestasi sains, seluruh peserta didik, para guru dimotivasi untuk terus melakukan yang terbaik demi tercapainya prestasi yang gemilang. (ran) (FaseBerita)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
1
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut