Debu Vulkanik Sinabung ‘Turun Gunung’ ke Deliserdang


0
(Analisa/Amirul Khair) DEBU VULKANIK: Dua anak sedang memainkan jari-jari keduanya di lantai teras rumah yang dipenuhi debu vulkanik, Minggu (24/11) dari Gunung Sinabung yang mulai berdampak ke kabupaten/Kota lainnya termasuk Deliserdang.
(Analisa/Amirul Khair) DEBU VULKANIK: Dua anak sedang memainkan jari-jari keduanya di lantai teras rumah yang dipenuhi debu vulkanik, Minggu (24/11) dari Gunung Sinabung yang mulai berdampak ke kabupaten/Kota lainnya termasuk Deliserdang.

Lubukpakam, (Analisa). Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sudah berlangsung beberapa pekan kini mulai berdampak ke daerah-daerah lain. Debu vulkanik Sinabung kini sudah mulai ‘turun gunung’ ke Kabupaten Deliserdang sejak, Sabtu (23/11) malam bahkan sampai Minggu (24/11) siang dan turut menyelimuti Bandara Udara (Bandara) Internasional Kualanamu

Informasi yang berhasil Analisa himpun, Minggu (24/11) menyebutkan, hampir semua kecamatan di Deliserdang terkena dampak abu vulkanik yang dibawa hembusan angin terlebih daerah pegunungan seperti, Galang, Bangunpurba, STM Hulu, STM Hilir, Gunungmeriah, Pancurbatu, Delitua, Namorambe dan lainnya. Daerah perkotaan seperti, Lubukpakam, Tanjungmorawa, Batangkuis juga mengalami hal serupa.

Di Desa Ujungrambe, Kecamatan Bangunpurba misalnya. Menurut Suwaji, warga desa, debu vulkanik menyebar cukup tebal menyebabkan warga resah dan kesulitan dalam bernafas. Rumah-rumah warga ‘memutih’ dan masuk ke dalam rumah, pakaian di jemuran juga dihinggapi debu vulkanik, pepohonan hijau berubah warna.

“Wah, di sini tebal kali. Datangnya tadi sekitar jam 8 pagi (Pukul 08.00 WIB)” jelasnya Pengakuan serupa juga dilontarkan Sigit, warga Desa Talunkenas, Kecamatan STM Hilir. Rumah warga di desa itu diselimuti debu vulkanik. Kendaraan seperti sepedamotor yang di parkir halaman rumah juga berubah warna. Dampak negatifi dari debu vulkanik tersebut juga terkait kesehatan warga yang mengalami kesulitan untuk bernafas.

“Tebal kali di sini debunya. Ini rumah-rumah warga jadi abu-abu” terangnya.

Kondisi serupa juga dituturkan Fendi warga Desa Jaharun B, Kecamatan Galang. Akibat debu vulkanik dirinya mengaku jadi batuk. Bahkan aktivitas masyarakat terutama yang menggunakan sepedamotor terganggu karena harus menghirup udara bercampur debu.

“Aku lagi nyusul anak dan isteriku di ladang. Mereka belum tau ni. Biar ku suruh pulang ke rumah aja dulu” ujarnya.

Supardi warga Desa Sidourip, Kecamatan Beringin, juga menuturkan hal serupa. Debu vulkanik turun menyebar sampai ke desanya yang berada di pinggiran Bandara Udara (Bandara) Internasional Kualanamu. “Wah, sampai ke sini juga. Itu keretaku (Sepedamotor) penuh debu” ungkapnya.

Di Kecamatan Batangkuis, debu vulkanik sudah menyerang sejak, Sabtu (23/11) malam. Edi Ardiansyah kepada Analisa mengatakan, tadi malam debu vulkanik sudah melanda Batangkuis namun masih tipis. Hal itu diketahui dari debu yang menempel di kendaraan berupa bercak abu-abu. “Tadi malam sudah kena debu. Banyak kendaraan yang ditempel debu” paparnya.

Pantauan Analisa di Kota Lubukpakam, banyak pengendara sepedamotor yang mengenakan masker untuk mengantisipasi terjangkit ISPA akibat menghirup debu vulkanik. Beberapa toko apotik berada di pusat Kota Lubukpakam yang menjual masker juga laris dibeli konsumen.

Apotik “Keluarga” di Jalan KHA Dahlan misalnya. Seorang pekerjanya saat dikonfirmasi Analisa mengatakan, 10 bal masker yang setiap balnya berisi 50 unit dalam waktu 5 menit langsung habis terjual. “Cuma 5 menit aja. 10 bal habis terjual” ucapnya.

Anggota DPRD Deliserdang H Sabar Ginting SE yang dikonfirmasi Analisa mengatakan, Delitua tempat tinggalnya juga tidak luput dari serbuan debu vulkanik Sinabung sehingga ‘memutihkan’ rumah dan kendaraan warga.

Dia mendesak Pemkab Deliserdang harus segera bertindak dan waspada terhadap ancaman debu vulkanik dari gunung Sinabung yang semakin aktif. Potensi debu vulkanik bisa saja terus berlangsung sehingga harus ada antisipasi minimal penyediaan masker bagi warga.

“Harus ada tindakan antisipasi. Minimal membagikan masker untuk masyarakat karena debunya terasa menyengat dan berpotensi menimbulkan penyakit ISPA” tandsnya. (ak/bip) (Analisa)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut