Demo ke Kantor Bupati Tapsel, Mahasiswa UMTS Sayat Tangan


0
Barisan mahasiswa melakukan aksi solidaritas untuk Anggiat Martondi di depan Kantor Pemkab Tapsel, Kamis (13/110. (Samman)
Barisan mahasiswa melakukan aksi solidaritas untuk Anggiat Martondi di depan Kantor Pemkab Tapsel, Kamis (13/110. (Samman)

TAPSEL – Seratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kamis (13/11), mendatangi Kantor Bupati Tapsel di Komplek Perkantoran Pemkab Tapsel di Kecamatan Sipirok.

Aksi tersebut didasari kepedulian terhadapap penderitaan seorang anak bernama Anggiat Martondi Tanjung berusia 2,5 tahun warga Simatorkis Angkola Barat yang menderita Hydrocephalus dan gizi buruk.

“Anggiat Martondi sudah pernah dirawat di RSUD TNI AD,RSUD Haruaya Paluta, Adam Malik Medan, RSUD Pringadi Medan, RSUD Kota Padangsidimpuan, dan sekarang kembali lagi di rawat RSUD Kota Padangsidimpuan. dan terakhir kami dengar dibawa lagi ke Adam Malik oleh Pemko Psp. Mana tanggung jawab Tapsel sendiri,” suara lantang mahasiswa yang dikomandoi Muhammad Ali Sofyan Pasaribu bersama Mardan Eriansyah Siregar.

“Dengan itu kami dari mahasiswa yang tergabung BEM UMTS, MPM UMTS dan BEM FKIP, BEM FISIPol, BEM Fakultas Hukum, BEM Fakultas Pertanian, BEM Peternakan, BEM FAI, KOMPEL UMTS menyatakan sikap kecewa dengan kepemimpinan pemkab yang sudah mengkhianati rakyat dan tidak sesuai visi dan misinya,” teriak mahasiswa tersebut yang juga diketuai oleh Ketua BEM UMTS Parlindungan Harahap serta Ketua BEM Thomas Ady Saputra Harahap.

“Mana visi-misi yang katanya, meningkatkan aksesibilitas kesehatan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang ditandai dengan meningkatnya angka harapan hidup, menurunnya tingkat kematian bayi dan ibu melahirkan. Mana perbaikan gizi, meningkatnya kualitas lingkungan masyarakat, meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kesehatan masyarakat, derajat kesejahteraan keluarga,” tuntut mahasiswa itu.

“Kami sangat meminta supaya Pemkab bisa memberikan bantuan dengan rekomendasi anak tersebut ke Rumah Sakit yang layak seperti RSCM Jakarta atau Penang Adventist Hospital demi kesembuhan atau sama sekali kita membunuhnya secara perlahan dengan mengabaikannya,” pinta mahasiswa tersebut yang diakhiri dengan tanggapan dari Asiseten I Tapsel dan disertai sayatan tangan dari Koordinator Lapangan menandai harapan besar mahasiswa itu. (mag 01) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut