Diancam guru karena ungkap kecurangan ujian lewat Facebook, siswi SMK Sidimpuan ini nekat bunuh diri


0

Sidimpuan – Kisah tak sedap terkait ujian nasional kembali berhembus. Kali ini kisah tragis datang dari Kota Padangsidimpua. Amelia Nasution, siswi kelas tiga salah satu SMK Negeri di Padangsidimpuan nekat hendak mengakhiri hidupnya dengan meminum racun rumput.

Penyebabnya, Amelia, merasa frustasi karena tidak tahan menerima ancaman oknum guru di sekolahnya.

Ayah korban, Ahda Yanuar Nasution (46) mengaku, aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan Amelia terjadi pada Sabtu (2/3/2017) lalu. Saat itu, ia sedang bekerja di Sibuhuan, Padanglawas (Palas), Sumatera Utara. Lalu mendapat kabar anaknya sudah dibawa warga ke rumah sakit akibat meminum racun.

“Mendapat kabar itu, saya pun langsung pulang. Dan, saya melihat anak saya sudah di rumah sakit,” ucap warga Batang Bahal, Padangsidimpuan Batunadua, Kota Padangsidimpuan.

Menurut pengakuan anaknya, Ahda menerangkan, Amel, sapaan akrabnya, melakukan aksi bunuh diri tepat di belakang masjid yang berjarak sekira 100 meter dari kediamannya. “Di belakang masjid dia minum racun tanaman itu setelah dibelinya dari warung,” ungkapnya.

Setelah melihat kondisi Amel sedikit membaik, Ahda pun kemudian menanyakan apa penyebab anaknya nekat lakukan percobaan bunuh diri. Kemudian Amel mengaku kepada Ahda kalau ia stres usai mendapat ancaman dari gurunya.

“Dibilangnya, gurunya mengancam dia dan dua temannya akan dipenjara dan didenda. Karena ancaman itu, makanya dia berbuat seperti ini,” terangnya dan mengaku anaknya belum dapat berbicara normal.

“Sedih saya lihat anak saya sekarang. Akibat kejadian ini, gak ujian dia. Padahal saat ini sedang ujian,” ungkapnya dan mendatangi Kantor Perlindungan Perempuan dan Anak Yayasan Burangir untuk mendapat bantuan hukum atas masalah putrinya.

Sementara itu, Iddiyah Annur teman satu sekolah Amel mengatakan, sebelumnya dia dan dua temannya; Amel dan Rini Afrianti mendapat intimidasi dari oknum guru di sekolahnya.

Ia mengaku membuat status di facebook miliknya mengenai adanya aksi kecurangan saat ujian sekolah berstandar nasional (USBN) berlangsung beberapa waktu lalu.

“Dalam statusku itu, waktu USBN anak ibu itu (oknum guru, red) sama kawan-kawannya dikasih kunci jawaban. Sedangkan yang lain tidak,” ucap Iddiyah yang diiyakan kawan-kawan lainnya.

Mulanya, tidak ada masalah atas postingan itu, namun guru lain yang merupakan teman oknum guru yang disebut di facebook rupanya memanasi sehingga mereka pun dipanggil.

“Ada oknum guru lain yang memanasi supaya diperpanjang masalahnya. Terus biar supaya kami dipenjara dan didenda,” tukas Iddiyah yang juga ikut takut dan trauma. Sementar itu, pihak sekolah belum dapat dikonfirmasi mengenai adanya masalah tersebut. [Sumutpos.co]


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut