DPRD Sidimpuan Sepakat Memperketat Persyaratan Izin Tempat Hiburan Malam


0

SIDIMPUAN – Untuk menghindari perkembangan praktik-praktik yang berkaitan dengan Penyakit Masyarakat (Pekat), DPRD Kota Padangsidimpuan sepakat dan meminta Pemerintah Kota memperketat pengeluaran izin operasi tempat penginapan, hiburan malam dan kafe-kafe. Sehingga norma-norma daerah bisa terjaga dan julukan Serambi Mekkah Sumut masih dapat dipertahankan di Tabagsel.

“Sebagai salah satu daerah yang kental dengan keagamaan atau religius, kita sepakat agar Pemko lebih memperketat pengeluaran izin operasi penginapan dan hiburan malam atau kafe-kafe yang ada. Dengan demikian, penyakit masyarakat secara perlahan-lahan akan berkurang dikarenakan adanya perhatian dari Pemko untuk memperketat izin, begitu juga dengan pengawasan di lapangan,” ujar Ketua DPRD H Aswar Syamsi SE, Minggu (9/3).

Dia menambahkan, sumbangan PAD yang diberikan kepada Kota Psp dari sisi perkembangan usaha penginapan dan hiburan di wilayah juga sangat bagus. Namun yang perlu diperhatikan dalam perkembangan usaha perhotelan dan sejenisnya ialah bagaimana upaya yang dilakukan agar tidak meningkatkan penyakit masyarakat. Sebab Kota Psp merupakan salah satu kota religius dan termasuk yang dijuluki serambi mekkah Sumut.

“Memang sumbangan PAD sangat baik, akan tetapi yang kita perhatikan di sini, bagaimana upaya yang kita lakukan agar usaha tersebut tidak memengaruhi perkembangan Pekat. Maka kita sepakat agar dilakukan pengawasan dan memperketat pengeluaran izin bersama stoke holder yang berkaitan,” jelasnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Demokrat H Khoiruddin Nasution, Senin (10/3). Ia mengatakan, untuk menghindari perkembangan penyakit masyarakat sebelum ada Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur secara rinci tentang pengelolaan hotel dan tempat hiburan atau tempat lainnya yang dapat meningkatkan penyakit masyarakat, sangat diharapkan agar Wali Kota Andar Amin Harahap menerbitkan Peraturan Walikota (Perwa) sebagai pengganti Perda. Sehingga pelaksanaan usaha, baik itu penginapan, hiburan, kafe-kafe, tidak berakibat terhadap perkembangan penyakit masyarakat.

“Kita memang belum mengatur untuk persyaratan atau pengelolaan tempat penginapan dan hiburan, salah satunya persyaratan tamu berpasangan masuk ke hotel yang harus menggunakan identitas buku nikah. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan Perwa, sehingga permasalahan perkembangan Pekat dapat teratasi dari sisi penyedia tempat, seperti hotel, hiburan malam dan sejenisnya,” pungkasnya. (bsl) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut