DPRDSU dorong Pemkab Tapsel segera tuntaskan relokasi makam


0

Tapsel – Setelah Ketua Komisi II DPR-RI Rambe Kamaruzzaman, anggota DPRD Sumut dari Daerah Pemilihan VII (Tabagasel) juga mendorong Pemkab Tapsel untuk secepatnya menuntaskan relokasi makam di areal perkantoran tersebut. Dorongan ini disampaikan 4 dari 10 orang anggota DPRD Sumut dari Dapil VII, pada pertamuan dengan Pemkab Tapsel dalam rangkaian kegiatan kunjungan kerja, LKPJ APBD 2015, Senin (8/8).

H Burhanuddin Siregar SE yang juga anggota Komisi A mengatakan, tak mau malu dengan lambannya relokasi. Apalagi sudah diketahui areal itu sudah beberapa kali inkrah diproses hukum. Menurutnya, masyarakat Tapsel taat hukum. Dan Komisi A akan turun untuk meyakinkan. Dan sebenarnya, mereka telah mendengar ada informasi bahwa warga sudah mau, cuma masih ada penempatan yang pas dan perlu dilobi.

Dimana, informasi yang didapatkan di komisi A DPRD Sumut, sudah ada titik temu untuk menyelesaikan relokasi makam dari areal perkantoran Pemkab Tapsel. Sehingga pihaknya juga mendorong agar Pemkab mempercepat relokasi makam, karena merupakan kepentingan pemerintahan. Apalagi, jika memang secara inkrah tidak ada masalah.

“Informasi yang saya didapatkan sudah ada titik temu dalam penyelesaian relokasi makam tersebut. Namun, mungkin masih perlu pendekatan atau lobi. Mungkin jarumnya belum tepat begitulah kira-kira, kalau titik temu kita yakin sudah ada,” sebutnya.

Diutarakannya, secara pribadi dan secara legislatif dirinya menyampaikan, agar pemerintah tetap mengedepankan tindakan persuasip.

“Jadi saya harap mari sama sama kita dorong relokasi makam ini. Ini (perkantoran) adalah kita punya, jangan nanti kita sama sama malu, jika tak bisa menyelesaikannya,” ungkapnya sambil menerangkan, Ibukota Tapsel pernah terkesan dikucilkan karena proses pindah yang begitu lambat.

Sementara, Strisno Pangaribuan menjelaskan, kiranya Pemkab lebih mengintensivekan pola persuasip dalam menyelesaikan masalah relokasi yang masih mengganjal. Menurutnya, upaya hukum adalah upaya terakhir, jika masih ada dan bisa diselesaikan dengan upaya lain.

“Kalaulah pendekatan yang kita lakukan sudah adil saya rasa tak ada masalah,” ucapnya sambil menambahkan, keterangan bupati akan menjadi tambahan bahan untuk hal ini. “Apa yang saya dengan dan komentari dimedia beberapa waktu lalu adalah suara dari suara rakyat, yang merasa tidak adil. Maka saya menyoroti ketidak adilan yang mereka maknai. Tetapi saya yakin, selalu ada jalan keluar dari kebuntuan,” terangnya.

Sementara itu, Burhanuddin menambahkan, pada minggu ketiga bulan Agustus, komisis A akan meninjau ke lapangan. “Mudah mudahan ada solusi yang tepat. Percayalah kami wakil rakyat dari daerah ini tidak akan memperkeruh suasana,” tegasnya. Sebelumnya, Bupati Tapsel H Syahrul M Pasaribu menyampaikan, secara prinsip tidak ada masalah dan memang tak ada masalah, pada upaya relokasi tersebut. Yang jadi masyalah saat ini justru datang dari warga yang lebih dulu direlokasi. Dimana, sudah mulai menilai Pemkab lamban dan tidak tegas. Padahal, pihaknya terus mengedapankan pendekatan secara persuasip agar sama sama enak dan rukun, harmonis dikemudian hari.

“Sekarang justru warga Dano Situmba dan sebagian warga Janji Mauli yang menagih tanggung jawab kita dengan menyurati Pemkab. Sudah mulai ribut juga. Disatu sisi kami terus melakukan pendekatan, disisi lain warga kita mulai mengira kita memberlakukan mereka tidak adil,” sebutnya. Hadir pada pertemuan tersebut, anggota DPRD Sumut lainnya Ahmadan Harahap dan Tiaisah Ritonga. Ada juga Wakil Bupati Tapsel, plt Sekda Tapsel dan pimpinan SKPD Tapsel. (ran /metrotabagsel.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut