Empat Ton Minyak Tanah dan Oknum Polisi di Sidimpuan Diamankan


0
Seorang petugas menunjukkan minyak tanah yang berada di dalam truk, usai diamankan dari salahsatu gudang yang terletak di Jalan Saidi Rambe Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, pada Jumat (19/9) lalu. (Insert: Salah seorang pelaku (pakai lobe,red) saat dimintai keterangan oleh petugas, Sabtu (20/9). (Oyza Pasaribu)
Seorang petugas menunjukkan minyak tanah yang berada di dalam truk, usai diamankan dari salahsatu gudang yang terletak di Jalan Saidi Rambe Silandit, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, pada Jumat (19/9) lalu. (Insert: Salah seorang pelaku (pakai lobe,red) saat dimintai keterangan oleh petugas, Sabtu (20/9). (Oyza Pasaribu)

SIDIMPUAN – Polres Kota Padangsidimpuan (Psp) mengamankan empat ton minyak tanah yang diduga ilegal. Empat ton minyak tanah yang tidak memiliki dokumen lengkap itu, diamankan dari dua tempat berbeda.

Pertama, Polres Kota Psp melalui Polsek Hutaimbaru, Jumat (19/9) sekitar pukul 05.00 WIB mengamankan truk dengan nomor polisi BM 8965 FU bermuatan satu ton minyak tanah. Truk tersebut diamankan dari gudang yang terletak di Jalan Saidi Rambe Silandit, Kecamatan Psp Selatan, Kota Psp.

Kapolsek Hutaimbaru AKP N Ginting, kepada Metro Tabagsel, Jumat (19/9), mengatakan, pihaknya telah menangkap satu truk berplat BM 8965 FU asal Payakumbuh Sumatera Barat. Truk itu membawa bahan bakar minyak jenis minyak tanah dari gudang yang berada di Jalan Saidi Rambe.

“Yang kita amankan satu truk berisikan sekitar 1 ton minyak tanah dan seorang pria yang kita duga terlibat dengan jaringan peredaran minyak tanah yang kita duga ilegal. Sebab tidak memiliki dokumen yang resmi,” ungkapnya.

Terangnya lagi, penangkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat yang memberitahukan, di sebuah gudang di daerah Silandit sering dijadikan sebagai tempat bongkar muat BBM jenis minyak tanah. Mendapat informasi tersebut, Jumat sekitar pukul 05.00 WIB, pihaknya berhasil mengamankannya. Namun, supir dan pemilik minyak sempat melarikan diri dan belum diketahui keberadaannya.

“Truk berasal dari Payakumbuh Sumatera Barat, dan rencananya minyak tanah tersebut akan diedar di beberapa tempat di seputaran Kota Psp. Untuk supirnya sewaktu kita lakukan penggerebekan sempat melarikan diri, begitu juga dengan pemilik minyak yang masih kita selidiki,” jelasnya.

“Memang ada satu orang yang kita amankan mengaku sebagai aparat, namun masih kita periksa. Dan terus akan kita lakukan pengembangan,” sambungnya.

Sementara itu, menurut sumber Metro Tabagsel dari pihak Kepolisian yang tidak ingin menyebutkan namanya, semula informasi yang mereka terima ada truk yang mengangkut lima ton minyak tanah yang masuk ke Kota Psp tanpa dokumen lengkap, dan kegiatan ilegal itu menurutnya juga melibatkan sejumlah aparat.

“Menurut informasi, sebenarnya minyak yang masuk ada 5 ton, namun yang berhasil kita amankan hanya sekitar 1 ton dan kegiatan ilegal ini juga melibatkan seorang anggota berpangkat Brigadir yang bertugas di Polres Kota Psp,” aku pria tersebut lewat pesan singkatnya melalui handphone.

“Iya memang ada dugaan keterlibatan anggota. Namun, masih kita selidiki lebih lanjut, begitu juga dengan jumlah minyak tanahnya, sebagaian memang sudah ada yang sempat didistribusikan. Dan itu juga akan kita tindak lanjuti penyidikannya,” tukas Kapolsek Hutaimbaru saat dikonfirmasi ulang mengenai penangkapan tersebut.

Setelah penangkapan pertama, petugas Polres Kota Psp kembali mengamankan sekitar tiga ton minyak tanah hasil pengembangan dari penangkapan sebelumnya. Minyak tanah yang diduga tidak memiliki dokumen tersebut diamankan dari sebuah tempat di daerah Batang Bahal, Kecamatan Psp Batunadua, Kota Psp, Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB. Dan, mengamankan tiga orang yang diduga terkait bisnis ilegal tersebut.

Sabtu (20/9), Kapolres Kota Psp AKBP Muhammad Helmi Lubis yang memerintahkan langsung anggotanya untuk mengembangangka penangkapan tersebut akhirnya berbuah hasil.

Wakapolres Kompol D Pardamean bersama Kabag Ops Kompol Erdi dan beberapa personil lainnya berhasil menemukan sekitar tiga ton minyak tanah ilegal hasil dari pengembangan sebelumnya dari sebuah rumah milik S Siregar (60), warga Batang Bahal, Psp Batunadua, yang diakuinya dititip oleh menantunya yang berinislal D (DPO,red).

Sebelumnya, polisi mengamankan Lian (40) warga Jalan SM Raja yang diketahui bekerja sebagai pegawai SPBU Sitamiang dan Sunaryo (35) warga Psp Batunadua, selain itu petugas juga mengamankan satu orang lagi yang diketahui berinisial T berpangkat Brigadir, petugas di Polres Kota Psp, yang juga diduga terlibat jaringan tersebut.

“Ini hasil pengembangan anggota saya, setelah Jumat (19/9) kemarin berhasil mengamankan 1 ton lebih minyak tanah yang kita duga kuat adalah ilegal. Sebab, tidak memiliki dokumen yang lengkap, dan kembali kita temukan sekitar 3 ton lagi dari sebuah tempat di daerah Batang Bahal,” ujarnya.

“Jadi total barang bukti yang kita amankan kurang lebih sekitar 4 ton, berikut satu unit truk pengangkut minyak dan alat-alat lainnya seperti kompresor, mesin pompa air yang diduga keras sebagai alat yang digunakan untuk memudahkan kegiatan tersebut,” sambungnya lagi.

Kapolres merasa kesal, sebab ia mengetahui ada anggotanya yang terlibat dengan kegiatan ilegal dan melanggar hukum tersebut. Namun begitupun, pihaknya akan terus mengusut kasus tersebut hingga tuntas. “Kita masih terus kembangkan kasus ini, untuk mengungkap siapa saja para pelaku lainnya yang terlibat,” tegas perwira menengah tersebut.

Sementara itu, Sunaryo, salah satu pelaku yang sudah diamankan mengaku, keterlibatannya dalam sindikat minyak tanah itu hanya berperan sebagai pembeli, dan minyak tanah yang dibelinya dari Lian untuk diecernya kembali. “Jatah saya waktu itu cuman empat jerigen (ukuran 35 liter,) dan per liter saya beli seharga Rp8.500 lalu saya ecer lagi seharga Rp9.200,” ungkapnya yang mengaku minyak tersebut berasal dari daerah Padang, Sumatera Barat. (yza) (Metrosiantar)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut