Festival Kopi Sipirok Pecahkan Rekor MURI


0

SIPIROK – Ribuan warga Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, menggelar minum kopi luwak secara bersama di lapangan Pasar Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (2/8/2014).

Aksi itu kemudian mendapat penilaian dari Museum Rekor Indonesia (MURI) yang dihadiri Awan Rahargo dan Angga, yang langsung menyaksikan proses minum kopi warga Sipirok tersebut.

Berdasarkan data yang dikumpulkan tim MURI, minum kopi bersama ini berhasil memecahkan rekor sebelumnya di Yogyakarta yaitu 2.300 orang peminum kopi pada 2012.

“Kami menetapkan minum kopi warga Sipirok ini memecahkan rekor yakni sebanyak 3.060,” kata
Deputy Manager MURI Damian Awan Rahargo.

Angka sebanyak itu, kata dia, dihitung berdasarkan jumlah cangkir kopi yang terpakai. Sebelumnya panitia menyiapkan 3.600 cangkir kopi.

Minum kopi luwak warga Sipirok merupakan bagian dari kegiatan festival kopi yang digelar warga Sipirok perantau dan warga setempat. Ayub Pulungan, ketua panitia festival kopi menyebut kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan stimulus bagi petani kopi luwak di Sipirok.

Menurut Ayub, kopi luwak Sipirok merupakan kopi premium yang seharusnya memiliki harga tinggi di pasar internasional.

Namun melihat kondisi pertanian kopi belum berkembang dengan baik dan perdagangan kopi di daerah ini tidak membawa keuntungan optimal bagi petani, Ayub bersama para perantau dan pengusaha kopi di daerah menggagas kegiatan promosi kopi Sipirok dalam bentuk festival.

“Ide festival kopi ini timbul saat diskusi kecil bersama beberapa pegiat usaha kopi di Sipirok dan beberapa anak muda yang bergerak di lembaga swadaya masyarakat Ovata Indonesia,” ujarnya.

Salah satu agenda festival kopi di antaranya pemecahan rekor MURI. Selain itu ada juga pemilihan Putra Putri Kopi Sipirok, Lokakarya Budidaya Kopi Unggulan, dan pesta rakyat lainnya. Festival Kopi Sipirok digelar sejak Rabu, 30 Juli 2014 dan akan berakhir Minggu, 3 Agustus 2014. (Kompas)

ARTIKEL LAIN:

JAKARTA – Festival Kopi Sipirok yang akan berlangsung di Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanulis, Sumatra Utara, rencana diiringi pemecahan rekor MURI dengan minum dan menyeduh Kopi Luwak Liar Sipirok sebanyak 3.500 peserta.

Festival yang baru digelar kali pertama itu, menurut Ketua Umum panitia FKS merupakan kemasan pemasaran tersebut terdapat pesta budaya, kuliner, kerajinan, musik dan seni tradisional lokal seperti tarian tortor, sitogol, opera, dan memasarkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

“Festival berlangsung 30 Juli-3 Agustus 2014 nanti, juga mendukung pertanian budidaya kopi unggulan dengan mendatangkan tenaga ahli kopi dan pembelajaran pengolahan kopi luak berbasis kompetensi,” ucapnya, pada konferensi pers Festival Kopi Sipirok, Jumat (18/07/2014).

Menurutnya, ide gagasan FKS ini timbul saat diskusi kecil bersama penggiat usah kopi di Sipirok seperti bdiskusi bersama pemilik Kopi Pinabar (Taris Pardede), Lembaga Ovata Indonesia, suatu LSM lingkungan peduli kopi luwak asal Sipirok.

Sipirok adalah kecamatan dengan jumlah penduduk mencapai 30.775 jiwa. Sebagian besar penduduk yang bergabung dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara itu, melanjutkan menanam kopi tersebut sejak penjajahan Belanda pada 1700-an. (Bisnis.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut