Garuda Indonesia Resmikan Penerbangan Perdana Medan-Jeddah


0

Deliserdang – Manajemen PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, secara resmi membuka penerbangan perdana rute Medan-Jeddah, Kamis (1/5). Penerbangan langsung dari Bandar Udara (Bandara) Internasional Kualanamu (Kualanamu International Airport/KNIA) Deliserdang, Sumatera Utara, menuju bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.

Peresmian dihadiri Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer, Vice President Region I Domestik Dony Widojoko dan Wakil Gubernur Sumut H T Erry Nuradi.

Erik Meijer dalam paparannya mengungkapkan, rute penerbangan langsung dari Medan-Jeddah (Kualanamu-King Abdul Aziz) yang resmi dibuka merupakan program Garuda Indonesia yang sudah lama dirancang. Semestinya, penerbangan langsung tersebut dilakukan Desember 2013. Namun disebabkan beberapa kendala khususnya izin mendarat di bandara King Abdul Aziz, program tersebut baru bisa diwujudkan 1 Mei 2014.

“Rancangannya sudah lama. Semestinya kita sudah terbang Desember lalu (2013). Tapi baru bisa kita lakukan hari ini. Kendala utamanya, izin dari pihak Bandara di Jeddah” tegas Erik.

Penerbangan langsung Medan-Jeddah terang Erik, merupakan komitmen Garuda Indonesia untuk memberikan rasa nyaman kepada jemaah yang melakukan umrah ke tanah suci. Sebab, selama ini, banyak jemaah yang akan umrah harus melakukan transit minimal sekali bahkan sampai 3 kali sebelum sampai ke Jeddah.

Kondisi itu tentu mengganggu jemaah yang terlalu lelah di pesawat, dan punya banyak resiko seperti, ketinggalan pesawat, penundaan (delay) bahkan sampai kehilangan bagasi karena harus pindah-pindah pesawat.

Erik memberikan jaminan, pihaknya memiliki keunggulan dibanding maskapai lain dalam penerbangan langsung Medan-Jeddah.  Contoh, selain langsung terbang ke Jeddah, perjalanan sekira 8 jam itu membutuhkan kenyamanan terhadap jemaah termasuk segi makanan. Menu Indonesia yang disajikan Garuda Indonesia akan lebih sesuai dengan selera jemaah ketimbang menggunakan pesawat luar negeri.

Bisnis Potensial

Erik mengakui, umrah merupakan bisnis potensial dan utama bagi Garuda Indonesia, sehingga membuka rute penerbangan langsung Medan-Jeddah selain sektor Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dan kargo. Secara keseluruhan, sekira 26 ribu jemaah umrah menjadi potensi pasar per tahun sehingga Garuda sangat yakin, bisnis di sektor umrah ini akan semakin berkembang ke depan.

“Potensi bisnisnya cukup potensial. Selain umrah, ada potensi TKI dan bisnis sektor kargo” jelasnya sembari menegaskan, penerbangan langsung rute Medan-Jeddah berlangsung 3 kali sepekan yakni, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Penerbangan perdana itu menggunakan pesawat terbesar milik Garuda Indonesia Boeing 747-400 berkapasitas 454 kursi, yang semuanya terpenuhi dengan pilot penerbang Kapten Dhanny Kaharuddin dibantu 2 co-pilot yang take off Pukul 08.40 Wib dari Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang dan diperkirakan sampai di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sekira Pukul 13.00 LT (waktu arab saudi).

Secara khusus Erik memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah setempat, dan travel agen khususnya mengelola ibadah haji dan umrah atas dukungan pembukaan rute penerbangan langsung itu dan diharapkan tidak perlu malu dan ragu untuk menjual program itu kepada konsumen.

Apresiasi

Sementara itu Wagubsu H T Erry Nuradi atas nama Pemerintah Provinsi Sumut memberikan apresiasi kepada pihak manajemen Garuda Indonesia yang telah membuka rute penerbangan langsung Medan-Jeddah itu.

Keputusan itu menurut Wagubsu sangat tepat, mengingat Sumut merupakan daerah terbesar ke-4 setelah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dengan jumlah penduduk sekira 14 juta jiwa. Dengan jumlah penduduk begitu banyak, tentu akan menjadi pasar penerbangan potensial sehingga diharapkan Garuda bisa melihat peluang lain selain rute Medan-Jeddah.

Rute Medan-Cina misalnya, peluang ini harus diambil pihak Garuda sebagai perusahaan nasional yang informasinya bakal dijajaki maskapai asing. “Jangan sampai penerbangan lain yang mengambil jalur-jalur potensial ini” ujar Wagubsu.

Wagubsu juga menitipkan pesan kepada pihak Garuda untuk memelopori kembali penerbangan Eropa seperti yang pernah dilakukan tahun 90-an saat bandara aktif masih di Polonia Medan. Saat itu, Garuda membuka penerbangan dari Ammsterdam ke Denpasar dengan transit di Polonia Medan.

Apresiasi serupa turut disampaikan ulama kharismatik Sumut Buya KH Amiruddin MS atas dibukanya rute penerbangan Medan-Jeddah. yang dinilai  memudahkan jemaah umrah khususnya umat Islam asal Sumut. Terlebih banyak jemaah usia tua dan komunikasi di pesawat membutuhkan bahasa yang mudah dipahami.

Selain itu, Garuda Indonesia merupakan produk nasional. Salah satu bentuk kecintaan kepada negeri ini adalah menggunakan produknya dan diharapkan pula, dengan dibukanya rute penerbangan langsung Medan-Jeddah akan memberikan keberkahan bagi Bandara Internasional Kualanamu Deliserdang.

Peresmian penerbangan perdana Medan-Jeddah ditandai pengalungan bunga kepada Kapten Pilot dan 2 co-pilotnya, perwakilan jemaah umrah dan kru Garuda Indonesia yang turut terbang, serta pengguntingan pita secara bersama Wagubsu HT Erry Nuradi dan Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia Erik Meijer. (ak/try) (AnalisaDaily.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut