Gula Aren di Ranjo Batu Madina Jadi Incaran


0

Panyabungan. Gula aren di Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Sipongi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), jadi incaran warga yang melintas di desa itu. Perajin dan pedagang Gula aren di pinggir Jalinsum ini mengharapkan perhatian pemerintah agar dibina. Elmi (32) perjain sekaligus penjual gula aren kepada MedanBisnis, Kamis (6/3), mengatakan, berjualan sekaligus pembuat gula arren merupakan usaha warisan dari orangtuanya. Usaha itu diteruskan karena cukup menjanjikan bagi perekonomian keluarganya.

“Berjualan di depan rumah berkebutan berada di pinggir Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) memiliki pembeli dari berbagai daerah. Baik itu dari Madina maupun Sumatra Barat karena posisi desa kita berada di perbatasan Sumut dan Sumbar,” ucap Elmi ibu duaorang anak ini.

Bahkan katanya, hampir setiap hari mobil parawisata yang membawa turis mancanegara sering mampir untuk membeli sekaligus melihat peroses pembuatannya.

Gula aren yang diproduksi di desa tersebut ukurannya 1 Kg per biji/gindar, berbeda dengan produksi gula aren dari daerah lain yang ada di Madina. Sehingga produk ini menjadi incaran bagi masyarakat.

“Hampir 70 % masyarakat memang menjadi perajin gula aren, selain menjadi petani, sehingga sangat mudah untuk memperoleh jika datang ke desa kami ini. Dengan harga Rp 17.000/Kg dan dalam satu hari bisa laku sekitar 18 Kg. Sementara untuk hasil di desa ini bisa mencapai ratusan kilogram per harinya,” jelasnya.

Elmi menjelaskan sebelum menjadi pedagang mereka menjual hasil produknya kepada pengumpul. Tapi ketika melihat peluang bisa memasarkan sendiri, akhirnya banyak masyarakat langsung menjual di depan rumah masing – masing.

“Karena itulah kami mengharapkan kepada Pemkab Madina untuk memberikan pembekalan terhadap kami dan modal usaha, untuk mengembangkan usaha kami ini,” harapnya.

Zein Nasution seorang pembeli mengatakan, gula aren dari Muara Sipongi tepatnya Desa Ranjo Batu ini cukup terkenal sebagai oleh – oleh karena ukurannya yang cukup besar.

“Saya beberapa kali membeli gula dari sini untuk dikirim ke rantau, karena selain ukuran besar juga keasliannya terjamin serta rasanya juga memiliki ciri khas.

Makanya alangkah bagusnya jika ini dikembangkan sebagai daerah penghasil gula aren ukuran 1 Kg, yang pada akhirnya untuk kemajuan perekonomian masyarakat,” ucapnya. (zamharir rangkuti) (MedanBisnis)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut