Gunung Omas Tapsel Belum Dialiri Listrik, Warga Hanya Andalkan 1 Unit Genset


1
15 shares, 1 point
Gunung Omas Tapsel Belum Dialiri Listrik, Warga Hanya Andalkan 1 Unit Genset
Perkampungan yang belum menikmati listrik (gambar oleh: pelitabatak.com)

Tapanuli Selatan – Sekitar 210 jiwa, warga Lingkungan VII Gunung Omas, Kelurahan Rianiate, Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapsel, belum menikmati listrik. Sehingga, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru yang tengah dibangun di Tapsel, menjadi harapan baru.

Panyahatan Siregar (70) salah seorang warga yang juga guru mengaji di Gunung Omas mengungkapkan, sejak kampung itu berdiri masyarakat sama sekali belum pernah menikmati penerangan listrik. “Tak pernah ada jaringan listrik di kampung kami,” katanya.

Untuk mendapatkan layanan listrik, sebutnya, terpaksa mengandalkan mesin generator setting (genset). Itupun hanya 1 unit.

“Peran mesin genset sangat besar untuk sumber penerangan diwaktu kami melaksanakan shalat malam hari di masjid dan pengajian anak-anak. Sedihnya bila ada warga yang meninggal di malam hari, mesin genset itu malah rusak terpaksalah disinari lampu teplok dengan pencahayaan seadanya,” ungkapnya.

Diungkapkan, jarak antara tempat tinggal mereka dengan tiang lsitrik hanya sekitar 2,5 km di Lingkungan VI Bahung, yang juga bagian dari Kelurahan Rianiate.

“Tapi entah kenapa belum ada upaya pemasangan jaringan listrik ke kampung kami,” ujar Panyahatan yang juga pelopor pengentas buta huruf di Gunung Omas.

Hal serupa juga dituturkan Yusrida Hanum (35). Ibu 2 anak ini justru mengaku miris. Sebab, di zaman teknologi sekarang, mereka tidak pernah memakai mesin penanak nasi dengan sistem sekali tekan. Mereka juga minim mengetahui informasi dan mendapatkan hiburan melalui tontonan di media televisi. Sebab, jaringan listrik saja tidak punya.

“Prihatin lagi, anak-anak belajar di malam hari disinari penerangan lampu teplok,” ucapnya.

Kepala Lingkungan Gunung Omas Ismail Siregar menyebutkan, sekitar 2 tahun lalu pernah ada wacana pemasangan jaringan listrik ke perkampungan mereka. Tetapi anehnya saat itu mereka dimintai kesediaan membayarkan sejumlah biaya.

“Saya katakan kami bersedia memberikannya setelah pemasangan jaringan terealisasi. Kami menduga, itu hanyalah permainan bulus mereka yang mengaku pihak PLN Medan untuk memperdayai kesulitan warga atas ketiadaan listrik, dan buktinya sampai saat ini mereka tidak pernah muncul,” terang Ismail Siregar.

Diungkapkan Ismail, dalam waktu dekat memang ada program yang disampaikan pihak kecamatan, bahwa akan datang bantuan pengadaan listrik tenaga surya. Tetapi bagi warga itu sifatnya cuma darurat. Apalagi hanya mampu menghasilkan daya yang rendah
Ismail mengaku, dugaan mereka tentang masalah utama tidak adanya aliran listrik karena pasokan yang minim, mereka kini berharap pada PLTA Batangtoru yang sedang dibangun. Proyek yang akan menghasilkan 510 MW itu diharapkan segera selesai agar kampung mereka tak lagi gelap. (ran) (Metro Tabagsel)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
1
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut