Habiskan Miliaran Rupiah, Jalan Ring Road Sipirok Hanya Ditumbuhi Semak


0

TAPSEL – Jalan lingkar (ring road) Sipirok, Kabupaten Tapsel, dengan panjang 8 kilometer dan lebar 20 meter, yang ruasnya mulai dari sekitar Simpang Bulumario, Kampung Purbatua, Desa Marsada hingga simpang Salasa, Kelurahan Baringin, terkesan ditelantarkan.

Hingga tahun 2014 saat ini, keberadaan jalan tersebut semakin tidak jelas lagi dan sudah ditumbuhi semak, padahal sepanjang jalan itu merupakan tanah masyarakat yang dihibahkan untuk pembangunan jalan, yang sampai saat ini tidak jelas bentuk dan wujudnya.

Beberapa warga R Marpaung (48), Z Hutasuhut (35) dan AJ Siregar (42) mengaku heran dengan nasib jalan lingkar tersebut. “Kelanjutannya semakin tidak jelas,” ungkap mereka. Dikatakan mereka, padahal saat pembukaan begitu banyak tanaman, kebun dan sawah yang dikorbankan masyarakat, ternyata hasilnya semakin tak jelas.

“Kesannya menghabiskan dana saja, mubajir, dan kasihan masyarakat yang telah menghibahkan tanahnya untuk pembangunannya, namun tak jelas dan dibiarkan begitu saja,” ungkap mereka.

Hasil amatan METRO, pada saat pelaksanaan pekerjaan pembukaanya dimulai sejak Mei 2009, dan dilanjutkan dengan 2010 lalu. Di sepanjang jalan bukaan, tidak sedikit tanaman produktif masyarakat ketika itu yang harus direlakan demi pembangunan. Namun telah 4 dan hampir 5 tahun berlalu, wujud jalan yang diharapkan tak juga ada.

Sesuai catatan METRO, pada 2009 lalu pembukaan dimulai dari sekitar simpang Bulumario hingga sekitar lingkungan SMAN 2 Plus Sipirok, dengan panjang sekitar 4 km dan lebar 20 meter yang menghabiskan dana Rp2.920.000.000. Pada proses pembukaan saat itu, tidak sedikit warga yang protes karena harus kehilangan sebagian kebun, sawah dan tanaman, namun demi pembangunan akhirnya warga pasrah.

Pada lanjutan pembukaan jalan lingkar tersebut, dimulai diawal tahun 2010 dengan panjang sekitar 4 km dan lebar 20 meter, menghabiskan dana Rp2.700.000.000. Dimulai dari sekitar (di atas) lingkungan SMAN 2 Plus Sipirok hingga simpang Salasa, Kelurahan Baringin.

Di lokasi ini juga pemilik kebun harus mengiklaskan sebagian tanahnya secara gratis, walau ada protes. Namun demi mendukung pembangunan, akhirnya walau dengan berat hati, warga pemilik lahan pasrah.

Dan pada tahun selanjutnya, masih ada anggaran miliaran rupiah untuk pembangunan jembatan Aek Lampesong dan beberapa jembatan plat beton, namun sejak saat itu keberadaan jalan lingkar Sipirok, seolah hilang dan saat ini telah ditumbuhi semak belukar.

Kepala Dinas PU Tapsel, Mulia Rahmat Nasution melalui sekretaris Demson Batubara ketika dikomfirmasi tentang rencana lanjutan pembangunan jalan lingkar Sipirok kedepan, belum ada jawaban. (ran) (Metrosiantar.com)


What's Your Reaction?

Kaget Kaget
0
Kaget
Keren Keren
0
Keren
Marah Marah
0
Marah
Muntah Muntah
0
Muntah
Lucu Lucu
0
Lucu
Sedih Sedih
0
Sedih
Suka Suka
0
Suka
Takut Takut
0
Takut